Senin, 09 Januari 2012

bahasa jepang

Masalah pada buku pelajaran bahasa Jepang pada umumnya

Masalah pada buku-buku bahasa Jepang konvensional terletak pada tujuannya:
  1. Mereka ingin pembaca bisa menggunakan bahasa Jepang sopan secepat mungkin.
  2. Mereka tidak ingin menakut-nakuti pembaca dengan huruf Jepang dan China yang jumlahnya memang banyak.
  3. Mereka ingin mengajari cara mengucapkan ungkapan-ungkapan bahasa Indonesia menggunakan bahasa Jepang.
Karena bahasa Jepang jauh berbeda dengan bahasa Indonesia, bahkan mulai dari cara berpikir dasarnya, tujuan-tujuan tersebut menghasilkan banyak buku-buku membingungkan yang bisa ditemui di pasaran. Mereka biasanya dipenuhi banyak aturan rumit dan berbagai tata bahasa untuk ungkapan-ungkapan bahasa Indonesia tertentu. Mereka juga menganggap bahwa kamu tidak cukup cerdas untuk menghafalkan huruf-huruf kanji sehingga hampir tidak memuatnya sama sekali. Jadi saat kamu pergi ke Jepang atau mengunjungi situs bahasa Jepang, kagetlah, karena kamu akan menyadari bahwa pada dasarnya kamu tidak bisa membaca apapun! Akar permasalahannya adalah mereka mencoba mengajari kamu bahasa Jepang dengan cara berpikir bahasa Indonesia. Mereka ingin mengajari kamu "Halo, nama saya Jaya" langsung di halaman pertama, tanpa menjelaskan semua mekanisme dan cara berpikir yang dipakai di belakang layar. Mereka mungkin mengajari kamu kata-kata dalam bentuk sopannya sebelum memperkenalkan bentuk dasarnya, padahal cara tersebut tentunya terbalik dan tidak masuk akal. Mereka juga mungkin menyertakan subjek kalimatnya walaupun hal tersebut tidak diperlukan dan umumnya dihilangkan. Sebetulnya, cara yang paling umum untuk mengatakan "Nama saya Jaya" ternyata "adalah Jaya". Ini karena sebagian besar informasinya bisa dipahami dari konteks sehingga diabaikan. Tapi apakah buku-buku tersebut menjelaskan dasar-dasar bahasa Jepang seperti ini? Tidak, karena mereka sibuk membuat kamu menghafal ungkapan-ungkapan "berguna" sejak awal. Hasilnya adalah buku yang berisi aturan-aturan rumit "gunakan ini kalau kamu ingin mengucapkan ini" dan pembaca akhirnya kebingungan mengenai cara kerja bahasa Jepang yang sebenarnya.
Solusi masalah ini adalah menjelaskan bahasa Jepang dari sudut pandang orang Jepang. Ambil bahasa Jepang, lalu jelaskan dari dasar bagaimana bahasa tersebut bekerja. Karenanya, diperlukan urutan penjelasan yang masuk akal di bahasa Jepang. Kalau kamu perlu tahu A untuk memahami suatu ungkapan B, jangan ajarkan B terlebih dahulu hanya karena ungkapan tersebut dirasa penting.
Pada dasarnya, yang diperlukan adalah panduan menguasai bahasa Jepang menggunakan cara berpikir orang Jepang.

Menguasai bahasa Jepang menggunakan cara berpikir orang Jepang

Panduan ini berusaha menjelaskan tata bahasa Jepang secara sistematis dan masuk akal. Panduan ini bukanlah alat praktis untuk secepatnya mempelajari ungkapan-ungkapan berguna (misalnya, ungakapan-ungkapan umum saat bepergian). Namun, panduan ini akan membangun fondasi-fondasi tata bahasa secara logis sehingga kamu akan memiliki pemahaman dasar yang kuat. Kalau kamu pernah mempelajari bahasa Jepang lewat buku lain, mungkin kamu akan menemui bahwa ada perbedaan besar tentang urutan dan penyampaian materinya. Ini karena panduan ini tidak berusaha memaksa agar bahasa Jepangnya cocok dengan kerangka bahasa Indonesia. Di sini, contoh-contoh dan terjemahannya akan menunjukkan bagaimana ide-ide diekspresikan dalam bahasa Jepang yang sebenarnya, sehingga penjelasannya akan menjadi lebih sederhana dan mudah dimengerti. Di awal buku ini, akan digunakan terjemahan bahasa Indonesia yang seharfiah mungkin (literal, kata per kata). Terjemahan harfiah tersebut pada umumnya akan menghasilkan kalimat bahasa Indonesia yang aneh, namun dari situ kita akan bisa melihat bagaimana orang Jepang sebenarnya memahami kalimat tersebut. Contohnya, di terjemahannya mungkin tidak dituliskan subjek kalimat karena memang di kalimat bahasa Jepangnya tidak ada. Sebagai contoh lain, karena bahasa Jepang tidak membedakan antara kebenaran umum dengan bentuk masa depan (misal "Saya makan" dengan "Saya akan makan") maka terjemahannya juga belum tentu membedakannya. Harapannya adalah pembaca menjadi tahu arti sebenarnya dari suatu kalimat bahasa Jepang. Setelah pembaca menjadi akrab dan nyaman dengan cara kerja bahasa Jepang, keharfiahan terjemahan akan perlahan-lahan dikurangi sehingga menjadi lebih enak dibaca guna mendukung pembahasan topik-topik lanjut.
Perlu diketahui bahwa membangun fondasi tata bahasa secara sistematis memiliki kekurangan di samping kelebihan. Di bahasa Jepang, konsep bahasa yang paling dasar ternyata juga yang paling sulit untuk dipahami. Lalu, kata-kata yang paling umum sayangnya punya banyak aturan perkecualian. Ini berarti bagian tersulit dari bahasa Jepang malah akan kita pelajari di awal-awal. Buku-buku pada umumnya tidak mengambil jalur seperti itu, takut para pembaca akan kebingungan atau malah kabur. Mereka menunda pembahasan konjugasi-konjugasi tersusah dan menutup-nutupinya sambil langsung mengajarkan ungkapan-ungkapan umum (yang saya maksud khususnya adalah konjugasi bentuk lampau). Hal tersebut sah-sah saja, namun malah akan menimbulkan lebih banyak masalah dan kebingungan di tengah jalan sebagaimana membangun rumah di atas fondasi yang rapuh. Dalam mempelajari bahasa, bagian yang susah mau tidak mau pasti akan dipelajari, tidak peduli apakah itu sejak awal ataupun akhir-akhir. Nah, kalau dipelajari sejak awal, bagian-bagian yang mudah malah akan menjadi jauh lebih mudah karena cocok dengan fondasi awal yang telah dibangun. Tata bahasa Jepang sebetulnya sangatlah konsisten. Kalau kamu mempelajari aturan-aturan tersulitnya, kamu akan melihat bahwa banyak tata bahasa sisanya memanfaatkan aturan-aturan dasar tersebut. Dari situ, bagian yang menantang tinggal mengingat kombinasi-kombinasi yang mungkin dari aturan dasarnya untuk menggunakannya di situasi yang benar.
Catatan: Sebelum menggunakan tutorial ini, ingat bahwa tanda kurung setengah seperti ini: 「」 adalah versi Jepang dari tanda kutip ("").

Apa yang tidak dibahas di sini?

Prinsip yang memandu saya membuat tutorial ini adalah bertanya pada diri sendiri, "Apa yang tidak bisa dicari di kamus?" atau "Apa yang tidak dijelaskan dengan baik di kamus?" Saat membuat tutorial ini, segera terlihat jelas bahwa tidak mungkin membicarakan setiap kata yang tidak memiliki padanan jelas di bahasa Indonesia. Sebetulnya saya telah mencoba membuat daftar perbendaharaan kata tapi dengan cepat menyerah. Terkadang, akan ada penjelasan mendalam tentang sifat-sifat suatu kata tertentu jika konteksnya sesuai dan jika kata tersebut cukup spesial. Tapi, pada umumnya mempelajari seluruh penggunaan yang mungkin dari suatu kata diserahkan pada pembaca. Sebagai contoh, tidak akan ada penjelasan bahwa kata "tinggi" (takai) di bahasa Jepang juga bisa berarti "mahal", dan kata "dingin" (samui) juga bisa berarti "jayus". Kamus EDICT (Jepang-Inggris) adalah kamus yang lengkap, tidak hanya memuat lebih banyak kata dari kebanyakan kamus cetak namun juga memuat contoh kalimat. Itu akan membantumu membangun perbendaharaan kata lebih dari yang saya bisa. Saya juga menyarankan untuk tidak menghabiskan uang membeli kamus kertas Jepang-Inggris atau Inggris-Jepang karena yang kebanyakan beredar di pasaran sangatlah tidak mencukupi. (Wah, ada alternatif gratis dan lebih baik! Apakah jadi teringat open-source?)

Saran

Saran saya saat berlatih bahasa Jepang: kalau suatu saat kamu kebingungan mengungkapkan suatu pemikiran bahasa Indonesia menggunakan bahasa Jepang, maka lebih baik tidak usah membuang-buang waktu mencoba menerjemahkannya sendiri. Hampir selalu, terjemahan yang kamu hasilkan akan kacau. Selalu ingatlah hal ini: kalau kamu belum tahu cara mengungkapkan sesuatu, maka kamu memang belum tahu. Sebagai alternatifnya, tanyalah orang yang lebih tahu dan minta penjelasannya. Dengan cara ini, kamu akan belajar langsung dari bahasa Jepangnya yang benar. Tidak seperti saat menjawab soal matematika, kamu tidak perlu menjabarkan langkah-langkah untuk mendapatkan jawabannya. Kalau kamu berlatih dari jawabannya, kamu akan menumbuhkan kebiasaan baik yang akan membantumu mencipkatan kalimat-kalimat bahasa Jepang yang benar dan alami. Karena itulah saya orang yang percaya akan metode "belajar dari contoh". Contoh dan pengalaman adalah senjata utamamu dalam menguasai bahasa Jepang. Oleh karenanya, kalau kamu tidak sepenuhnya paham suatu penjelasan saat pertama kali mempelajarinya, jangan terlalu khawatir! Teruslah melangkah sambil menjadikan penjelasan tersebut sebagai referensi saat kamu menemukan lebih banyak contoh penggunaannya. Ini akan membuat kamu lebih bisa merasakan penggunaanya di berbagai macam situasi. Sayangnya, menuliskan contoh kalimat membutuhkan banyak waktu. (Saya mencoba berusaha sebaik mungkin!) Untungnya buat kamu, bahasa Jepang ada di mana-mana, terlebih lagi di Internet. Saya menyarankan untuk melatih bahasa Jepangmu sebanyak mungkin dan hanya membuka tutorial ini saat kamu menemui tata bahasa yang baru. Hanya dari Internet pun, kamu sudah bisa mendapat banyak materi termasuk situs, forum, dan chatting. Membeli buku maupun komik berbahasa Jepang juga merupakan cara yang baik (dan menyenangkan) untuk menambah perbendaharaan kata dan melatih kemampuan membaca. Lalu, saya juga percaya bahwa tidak mungkin mempelajari cara berbicara dan melatih pendengaran tanpa panutan. Berlatih berbicara dan mendengar dengan orang yang sudah mahir bahasa Jepang adalah keharusan kalau kamu ingin menguasai keterampilan bercakap-cakap. Walaupun materi suara seperti kaset pelajaran, lagu, anime, drama, dan acara TV lainnya sangatlah mendidik, tidak ada yang lebih baik dari manusia nyata untuk ditiru cara pengucapannya, intonasinya, dan aliran pembicaraan alaminya.
Kalau kamu punya pertanyaan yang tidak ada jawabannya di tutorial ini, kamu bisa bertanya-tanya pada forum berbahasa Inggris yang dikelola penulis:
www.guidetojapanese.org/forum/
Untuk bertemu, bertanya-tanya, dan belajar bahasa Jepang dengan orang-orang Indonesia, kamu bisa kunjungi situs yang dikelola oleh penyadur tutorial ini:
yumeko.web.id
Jangan kecil hati karena banyaknya materi yang harus dikuasai. Ingat, setiap kata atau tata bahasa baru yang kamu pelajari berarti kamu selangkah lebih dekat dalam menguasai bahasa Jepang!

Prasyarat

Karena bahasa Jepang ditulis menggunakan huruf Jepang di tutorial ini (memang seharusnya TIDAK menggunakan huruf latin atau biasa disebut romaji), maka komputer kamu harus bisa menampilkan font Jepang. Jika 「こんにちは」 tidak terlihat seperti こんにちは, maka kamu perlu menginstall font bahasa Jepang atau menggunakan situs gateway untuk mengubah hurufnya menjadi gambar. Instruksi menginstall font bahasa Jepang dan situs gateway ada di bawah: Computing in Japanese
Gateway Penerjemah (jauh lebih lambat)
Lalu pastikan untuk menggunakan browser yang baru untuk menikmati tampilan stylesheet yang benar. Saya menyarankan Firefox.
Kalau browser kamu mendukungnya, pada contoh kalimat kamu bisa mengarahkan kursor mouse kamu ke atas suatu kata bahasa Jepang dan selang waktu tertentu bacaan dan artinya akan muncul. Coba di contoh kalimat berikut:
(1) これ? Tentu saja, nanti kita akan belajar huruf yang bernama hiragana sehingga cara membaca kanji akan ditunjukkan dengan huruf hiragana, tidak menggunakan romaji seperti pada contoh di atas.
Beberapa istilah maupun singkatan juga akan diterangkan dengan cara di atas, agar tidak terlalu memenuhi penjelasan dengan kurung buka dan kurung tutup. Istilah-istilah yang memiliki penjelasan tersebut akan diberi garis bawah putus-putus. Sebagai contoh, daripada menuliskan "Tokyo (ibu kota Jepang)", bisa diberikan "Tokyo". Silahkan gunakan mouse kamu.
Kamu juga bisa pergi ke WWWJDIC untuk memasukkan langsung suatu kalimat panjang, dan nanti sistemnya akan memberikan arti masing-masing kata dalam kalimat tersebut.
Semua materi di sini, termasuk contoh kalimat, adalah hasil karya saya sendiri kecuali jika disebutkan. Semoga kamu senang membaca tutorial ini sebagaimana perasaan saya waktu menulisnya. Penulisan buku ini merepotkan dan memakan waktu, namun entah bagaimana bercampur dengan perasaan puas yang meluap-luap.
Kesalahan tulis dan penerjemahan versi bahasa Indonesia bisa dikirim ke penyadur melalui Yumeko. Pesan dan saran untuk penulis bisa disampaikan dengan bahasa Inggris di Japanese Grammar Guide Forum.
Tidak perlu ada basa-basi lagi. Selamat belajar!

-Tae Kim

Huruf-huruf yang digunakan

Suara-suara yang ada pada bahasa Jepang dituliskan menggunakan hiragana dan katakana. Keduanya secara kolektif disebut kana. Setiap huruf hiragana memiliki pasangannya pada katakana, sebagaimana huruf kecil pada bahasa Indonesia memiliki padanan huruf besarnya. Jumlah hiragana dan katakana masing-masing tidak sampai 50. Semuanya sebetulnya adalah huruf China yang disederhanakan dan diadopsi untuk keperluan fonetis. Huruf China, disebut kanji oleh orang Jepang, juga digunakan secara ekstensif pada bahasa tertulis. Sebagian besar kata (nomina, verba, adjektiva) ditulis menggunakan kanji. Secara historis ada lebih dari 40.000 kanji, namun 2.000 huruf sudah mencakup lebih dari 95% kanji yang digunakan di bahasa Jepang modern. Tidak ada spasi di bahasa Jepang, jadi kanji diperlukan untuk mengetahui batas kata dalam suatu kalimat. Kanji juga berguna untuk membedakan homofon, yang muncul cukup sering karena jumlah suara di bahasa Jepang terbatas.
Hiragana terutama digunakan untuk keperluan tata bahasa. Kita akan melihat fungsi tersebut saat mempelajari partikel. Kata-kata yang kanjinya susah atau jarang dipakai, istilah percakapan, dan onomatop juga ditulis dengan hiragana. Hiragana juga sering menggantikan kanji untuk pelajar bahasa Jepang pemula dan anak-anak.
Walaupun katakana melambangkan suara-suara yang sama dengan hiragana, katakana umumnya dipakai untuk menuliskan kata-kata modern yang diimpor dari negara-negara barat. Ini karena kata-kata tersebut tidak memiliki kanji. Tiga bab berikutnya akan membahas hiragana, katakana, dan kanji.

Intonasi

Di bab berikutnya, akan dibahas panjang lebar bahwa tiap huruf hiragana (dan berarti juga katakana) sudah melambangkan suatu suku kata, kecuali huruf hiragana 「ん」 (dan katakana 「ン」). Sebagai contoh, huruf 「り」melambangkan suku kata "ri" dan huruf 「さ」 melambangkan suku kata "sa". Ini bisa dibandingkan dengan bahasa Indonesia, yang perlu menggabungkan huruf konsonan dan vokal untuk membentuk suku kata tersebut. Sistem seperti hiragana membuat pengucapan menjadi jelas dan tidak ambigu. Namun, kesulitannya terdapat pada intonasi. Membedakan suara tinggi dan rendah adalah hal yang penting bagi bahasa Jepang lisan. Sebagai contoh, homofon bisa memiliki tinggi rendah suara yang berbeda sehingga jika diucapkan bunyinya berbeda walaupun bentuk tertulisnya sama. Halangan terbesar untuk berbicara dengan benar dan alami adalah masalah intonasi. Banyak murid yang berbicara tanpa memperhatikan intonasi sehingga terdengar tidak alami (terkenal di Jepang sebagai logat luar negeri). Akan menyulitkan jika kamu berusaha menghafal intonasi tiap kata, apalagi karena intonasi bisa berubah bergantung konteks dan logat wilayah. Satu-satunya cara yang praktis untuk menguasainya adalah dengan latihan meniru orang Jepang berbicara lewat acara anime, drama, dan media-media lainnya.
Yang dibahas di bagian ini
  • Hiragana - Alfabet fonetis utama bahasa Jepang. Digunakan terutama untuk keperluan tata bahasa. Bisa juga digunakan untuk menunjukkan cara membaca kanji yang susah bahkan malah menggantikannya. Bab ini akan membahas semua huruf hiragana.
  • Katakana - Alfabet yang pada umumnya digunakan untuk menuliskan kata serapan yang tidak memiliki kanji. Bab ini akan membahas semua huruf katakana.
  • Kanji - Pengadopsian sistem menulis China untuk bahasa Jepang. Bab ini membahas sifat-sifat umum kanji dan beberapa strategi untuk mempelajari kanji (dengan benar)
Isi bab ini
  1. Apa itu hiragana?
  2. Suara-suara modifikasi
  3. 「や」、「ゆ」、dan 「よ」 kecil
  4. 「つ」 kecil
  5. Suara vokal panjang

Apa itu hiragana?

Hiragana adalah alfabet fonetis dasar di bahasa Jepang. Seluruh huruf hiragana melambangkan semua suara yang muncul di bahasa Jepang. Jadi, sebetulnya bisa saja bahasa Jepang ditulis hanya dengan hiragana. Namun, karena spasi tidak digunakan di bahasa Jepang, menggunakan hiragana saja akan menghasilkan kalimat yang susah dibaca. Di bawah terdapat tabel hiragana beserta pelafalannya. Cara membaca tabelnya adalah dari atas ke bawah dan dari kanan ke kiri, sama seperti cara membaca banyak buku bahasa Jepang (termasuk komik). Di bahasa Jepang, menulis guratan-guratan dari suatu huruf dengan urutan dan arah yang benar sangatlah penting. Karena tulisan tangan sedikit berbeda dengan tulisan cetak (sebagaimana huruf 'a'), kamu perlu mencari sumber seperti situs atau buku yang mengajarkan cara menulis huruf-huruf tersebut. Perlu juga saya tekankan bahwa kamu harus mempelajari pengucapan yang benar dari huruf-huruf tersebut. Karena semua kata di bahasa Jepang disusun dari suara-suara tersebut, salah mengucapkan suatu huruf akan merusak fondasi terdasar pelafalan kamu.

Tabel Hiragana 1
n w r y m h n t s k   

(n)
a
  ゐ*  
(chi)

(shi)
i
  
(fu)

(tsu)
u
  ゑ*   e
  o
* = usang (tidak dipakai lagi)
Hiragana tidaklah terlalu susah, sehingga ada banyak situs dan program gratis yang mengajarkannya. Saya sangat menyarankan kamu pergi ke situs ini untuk mendengar pelafalan tiap hurufnya. Bagian yang relevan adalah 2.1 sampai 2.11. Saya juga menyarankan kamu merekam suaramu sendiri dan membandingkannya dengan suara yang benar.
Saat berlatih menulis hiragana, jangan lupa bahwa urutan dan arah penulisan guratannya tidak boleh semaunya sendiri. Lihat, saya bahkan membuat tulisannya miring, digarisbawahi, dan ditebali untuk menekankan hal tersebut. Percayalah, kamu akan menemukan bahwa hal tersebut memang penting saat membaca tulisan tangan terburu-buru orang lain yang mirip cakar ayam. Satu-satunya hal yang akan membantumu adalah bahwa setiap orang menulis hiragana dengan urutan guratan yang sama, sehingga "aliran" garis-garisnya konsisten dari satu orang ke orang lain. Saya sangat menyarankan bahwa kamu mempelajari cara menulis yang benar sejak awal untuk menghindari kebiasaan menulis yang salah. Kunjungi situs ini untuk melihat animasi cara menulis tiap huruf.
Beberapa contoh kata yang bisa kamu tulis dengan huruf-huruf pada tabel di atas adalah 「あい」 (cinta), 「うつくしい」 (indah), うたう (bernyanyi), dan 「たかはし」 (salah satu nama keluarga yang umum di Jepang).
※ Sebagai pengetahuan, ada puisi Jepang kuno bernama 「いろは」 yang dulunya dijadikan dasar untuk mengurutkan huruf-huruf hiragana. Puisi itu memuat setiap huruf hiragana kecuali 「ん」 karena mungkin pada waktu itu belum ada. Kamu bisa melihat puisi tersebut di artikel Wikipedia ini. Seperti yang ditulis di artikel tersebut, kadang-kadang urutan "iroha" ini masih dipakai, jadi tidak ada salahnya melihat-lihat.
Catatan
  1. Kunjungi situs ini untuk mendengar pelafalan setiap huruf hiragana. Berkas-berkas suaranya ada mulai dari 2.1 sampai 2.11. Kalau kamu tidak bisa mendapatkan berkas suaranya, ikuti panduan membacanya di bawah.
  2. Kecuali 「し」、「ち」、「つ」、「ふ」dan 「ん」、 kamu bisa tahu bagaimana suatu huruf dibunyikan dengan memasangkan konsonan yang ada di atas tabel dengan vokal yang ada di kanan tabel. Sebagai contoh, 「ま」 (konsonan "m", vokal "a") dibaca "ma" dan 「き」 (konsonan "k", vokal "i") dibaca "ki".
  3. Sebagaimana tertulis di tabel, beberapa suara memiliki perkecualian. Sebagai contoh, 「ち」 dibaca "chi" bukan "ti" dan 「つ」 dibaca "tsu" bukan "tu".
  4. 「し」 dibaca seperti "syi" pada "syirik"
  5. 「ち」 dibaca seperti "ci" pada "cicak"
  6. Suara "r" di Jepang tidak sama dengan suara "r" di bahasa Indonesia. Getarannya lebih halus, dan berada di antara suara "l" dan "r"-nya bahasa Indonesia. Hati-hati dengan pelafalan semua huruf di kolom tersebut.
  7. Vokal "e" di Jepang terdengar seperti suara "e" pada "enak" dan BUKAN seperti pada "elus". Jadi sebagai contoh, へ dibaca seperti "he" pada "heran" dan BUKAN seperti pada "helai".
  8. Camkan baik-baik beda pelafalan antara "tsu" dengan "su".
  9. Suara "t" pada 「つ」 akan menempel pada huruf yang mendahuluinya. Sebagai contoh, 「まつ」 (menunggu) dibaca "mat-su".
  10. Huruf 「ん」 bersifat khusus karena jarang digunakan sendiri dan tidak memiliki suara vokal. Huruf tersebut ditempel di belakang huruf lain untuk membuat suara mati "n". Sebagai contoh, 「て」 dibaca "te" sehingga 「てん」 (titik) dibaca "ten". 「へん」 (aneh) dibaca "hen", 「わん」 (teluk) dibaca "wan", dan seterusnya.
  11. Huruf 「ん」 akan disuarakan "m" pada kata-kata tertentu, misalnya 「しんまい」 (pemula) yang dibaca "shimmai". 「ん」 juga dibaca "ng" pada kata-kata tertentu, misalnya 「まんかい」 (mekar penuh) yang dibaca "mangkai". Sebetulnya ada aturan perubahan suaranya, namun cara terbaik untuk menguasainya adalah dengan banyak mendengar bahasa Jepang. Kalau telinga kamu sudah terbiasa, nantinya kamu akan paham aturan tersebut di bawah sadar dan bisa melafalkan 「ん」 dengan benar secara otomatis.
  12. Sekali lagi, kamu harus menuliskan guratan-guratannya dengan urutan dan arah yang benar! Kunjungi situs ini untuk mempelajarinya.

Suara-suara modifikasi

Setelah menghafal semua huruf hiragana pada tabel di atas, kamu hampir selesai mempelajari alfabetnya tetapi belum semua suaranya. Ada lima suara konsonan lain yang didapat dengan menambahkan dua garis kecil yang mirip tanda kutip 「゛」 yaitu dakuten (濁点) atau lingkaran kecil 「゜」 yang disebut handakuten (半濁点). Kalau kamu mencoba melafalkannya, kamu akan sadar bahwa suara-suara modifikasi tersebut dibunyikan dengan gerakan lidah yang mirip dengan suara aslinya. Sebagai contoh, coba bandingkan gerakan lidahmu saat mengucapkan 「た」 (ta) dan suara modifikasinya 「だ」 (da). Secara teknis, suara-suara modifikasi ini dinamakan "suara yang dibunyikan" (voiced) yang di bahasa Jepang adalah 濁り (nigori, berlumpur). Secara umum, perubahan suara yang mungkin adalah k→g, s→z, t→d, h→b, dan h→p. Seperti pada tabel sebelumnya, ada juga beberapa perkecualian. Semua konsonan berlumpur tersebut ada di tabel berikut:

Suara konsonan berlumpur
p b d z g 
a

(ji)

(ji)
i

(dzu)
u
e
o
Beberapa contoh kata yang bisa dibentuk dengan huruf-huruf baru tersebut adalah ばか (bodoh), おどる (menari), dan いご (suatu permainan papan yang populer di Jepang).
Catatan
  1. Kunjungi situs ini untuk mendengar suara-suara baru tersebut. Suara-suaranya ada di akhir bagian 2.2, 2.3, 2.4, dan 2.6.
  2. Perhatikan bahwa bunyi 「ぢ」 pada dasarnya sama dengan 「じ」 yaitu "ji", dan 「づ」 diucapkan seperti "dzu".
  3. Suara "ji" pada kebanyakan kata umumnya dituliskan dengan 「じ」. Contohnya adalah 「かんじ」 (huruf China). Contoh kata yang menggunakan 「ぢ」 adalah 「ちぢれげ」 (rambut keriting).

「や」、「ゆ」、dan 「よ」 kecil

Kamu juga bisa menggabungkan suatu konsonan dengan suara "ya", "yu", "yo" dengan cara menempelkan 「や」、「ゆ」、atau 「よ」 kecil di belakang huruf-huruf dengan vokal "i". Sebagai contoh, 「きや」 dibaca "kiya" sedangkan 「きゃ」 dibaca "kya". Jadi sebetulnya suaranya sama dengan membaca cepat gabungan versi huruf besarnya.
Semua kombinasi や、ゆ、dan よ kecil yang mungkin
p b j g r m h n c s k  
ぴゃ びゃ じゃ
(ja)
ぎゃ りゃ みゃ ひゃ にゃ ちゃ
(cha)
しゃ
(sha)
きゃ ya
ぴゅ びゅ じゅ
(ju)
ぎゅ りゅ みゅ ひゅ にゅ ちゅ
(chu)
しゅ
(shu)
きゅ yu
ぴょ びょ じょ
(jo)
ぎょ りょ みょ ひょ にょ ちょ
(cho)
しょ
(sho)
きょ yo
Beberapa contoh kata yang bisa dituliskan adalah かしゅ (penyanyi), じゅばく (sihir), dan きょねん (tahun lalu).
Catatan
  1. Seperti tabel sebelumnya, pasangkan konsonan di atas dengan vokal di kanan. Sebagai contoh, 「きゃ」 dibaca "kya".
  2. Beberapa gabungan memiliki alternatif pengejaan dalam huruf latin. Sebagai contoh, ada juga yang menuliskan 「じゃ」 sebagai "jya". Di tabel diberikan penulisan yang paling umum.
  3. Kunjungi situs ini untuk mendengar pengucapan suara-suara yang baru ini. Penulisnya memilih untuk menyertakan 「ぢゃ」、「ぢゅ」、dan 「ぢょ」 tapi kombinasi-kombinasi tersebut sebetulnya tidak pernah dipakai karena ada 「じゃ」、「じゅ」、dan 「じょ」.
  4. Suara 「しゃ」、「しゅ」、dan 「しょ」 terdengar seperti "sya" (syair), "syu" (syukuran), dan "syo" (bahasa Inggris show).
  5. Suara 「ちゃ」、「ちゅ」、dan 「ちょ」 terdengar seperti "ca" (cacing), "cu" (culik), dan "co" (coret).

「つ」 kecil

「つ」 kecil diselipkan di antara dua huruf untuk membawa suara konsonan huruf kedua ke akhir dari huruf pertama. Sebagai contoh, kalau kamu memasukkan 「つ」 kecil di antara 「き」 dan 「と」 untuk membuat 「きっと」 (pasti), maka suara konsonan "t" dibawa ke akhir dari huruf pertama sehingga menjadi "kitto". Contoh lainnya adalah 「かっぱ」 (sejenis monster) yang dibaca "kappa" dan 「ぎゅっと」 (dengan erat) yang dibaca "gyutto". Saya telah membuat berkas mp3 yang menggambarkan beda pelafalan antara 「もと」 dengan 「もっと」. Kalau kamu bertanya-tanya, ya, keduanya adalah kata nyata dan ya, keduanya memiliki arti sendiri-sendiri. Untuk menggandakan konsonan "n", yang digunakan adalah 「ん」. Sebagai contoh, penulisan "onna" (perempuan) adalah 「おんな」, BUKAN 「おっな」.
Catatan
  1. 「つ」 kecil dipakai untuk membawa suara konsonan dari huruf kedua ke akhir huruf pertama. Contohnya, 「なっち」 dibaca "nacchi".
  2. Unduh berkas mp3 ini untuk mendengar beda antara 「もと」 (sumber) dengan 「もっと」 (lebih).
  3. 「ん」 digunakan untuk menggandakan konsonan "n". Contohnya adalah 「だんな」 (suami).
  4. Suara konsonan ganda ini terdengar seperti suara terpotong. Ingatlah untuk memotong dengan konsonan yang benar, yaitu konsonan huruf kedua.

Suara vokal panjang

Kamu hampir selesai! Di bagian ini, kita akan membahas suara vokal panjang yang sebetulnya hanyalah memperpanjang lama pengucapan suara vokal. Kamu bisa memperpanjang suara vokal suatu huruf dengan 「あ」、「い」、atau 「う」, tergantung huruf yang ingin diperpanjang. Panduannya adalah tabel berikut:
Memperpanjang suara vokal
Suara vokalPembuat panjang
"a"
"i"/"e"
"u"/"o"
Sebagai contoh, kalau kamu ingin memperpanjang suara "a" dari 「か」, maka kamu tinggal menambah 「あ」 sehingga hasilnya 「かあ」. Contoh lainnya adalah 「き」→「きい」, 「く」→「くう」, 「け」→「けい」, 「こ」→「こう」, dan 「さ」→「さあ」. Penalarannya cukup mudah. Coba ucapkan 「か」 dan 「あ」 secara terpisah. Lalu ucapkan mereka secara berurutan secepat mungkin. Kamu akan sadar bahwa kedengarannya persis seperti kamu mengucapkan "ka" untuk jangka waktu yang lebih panjang. Kamu bisa mencoba latihan ini dengan suara vokal lainnya. Ingatlah bahwa kamu sebetulnya mengucapkan dua huruf tapi dengan batas yang samar. Bahkan, kamu mungkin tidak perlu berpikir keras tentang vokal panjang dan cukup mengucapkan dua hurufnya dengan cepat untuk mendapatkan suara yang benar.
Sebagai tambahan, walaupun suara vokal "e" yang diikuti 「い」 umumnya dianggap sebagai suara vokal panjang, pengucapannya sebetulnya adalah suara "e" yang tersambung secara mulus dengan "i". Sebagai contoh, pengucapan 「せい」 pada 「せんせい」 (guru) mirip dengan bahasa Inggris "say" yang diucapkan dengan panjang.
Menahan suara vokalnya cukup lama adalah hal yang sangat penting, sebab salah-salah kamu bisa mengucapkan "sini" (ここ) padahal yang kamu maksud adalah "SMU" (こうこう). Atau kamu bisa membuat "nenek" (おばあさん) tertukar dengan "bibi" (おばさん).
Ada beberapa kasus di mana suara "e" diperpanjang dengan menambahkan 「え」 dan suara "o" diperpanjang dengan 「お」. Beberapa contohnya adalah 「おねえさん」 (kakak perempuan), 「おおい」 (banyak), dan 「おおきい」 (besar). Perhatikan perkecualian-perkecualian tersebut, tapi tidak usah terlalu khawatir karena jumlahnya tidak terlalu banyak.

Mengisi tabel hiragana

Walaupun saya mengatakan banyak situs dan program yang akan membantumu belajar hiragana, saya merasa perlu menulis latihan hiragana sendiri demi lengkapnya tutorial ini. Huruf usang tidak saya sertakan karena kamu tidak akan memerlukan mereka. Sebaiknya kamu bermain-main dengan tabel berikut dan selembar kertas untuk menguji kemampuan hiragana kamu.
Klik tulisan "balik" untuk menunjukkan atau menyembunyikan tiap huruf.
Tabel hiragana
n w r y m h n t s k   

balik

balik

balik

balik

balik

balik

balik

balik

balik

balik

balik
a
   
balik
 
balik

balik

balik

balik

balik

balik

balik
i
   
balik

balik

balik

balik

balik

balik

balik

balik

balik
u
   
balik
 
balik

balik

balik

balik

balik

balik

balik
e
 
balik

balik

balik

balik

balik

balik

balik

balik

balik

balik
o

Latihan menulis hiragana

Di bagian ini, kita akan berlatih menulis beberapa kata menggunakan hiragana. Saya menyelipkan palang di antara tiap huruf untuk mencegah ambiguitas romaji misalnya "un | yo" dengan "u | nyo". Jangan terlalu memikirkan ejaan romajinya. Ingat, inti latihan ini adalah menguji ingatan suara kamu dengan hiragana. Saya berharap bisa mengganti penggunaan romaji di latihan ini dengan berkas suara di waktu yang akan datang.

Latihan menulis hiragana 1

Contoh: ta | be | mo | no = たべもの (makanan)

1. ku | ru | ma (mobil)
2. a | shi | ta (besok)
3. ko | ku | se | ki (kewarganegaraan)
4. o | su | shi (sushi, nama suatu masakan Jepang)
5. ta | be | ru (makan)
6. wa | ka | ra | na | i (tidak tahu)
7. sa | sa | e | ru (mendukung)
8. ta | i | ku | tsu (membosankan)
9. ta | chi | yo | mi (membaca sambil berdiri)
10. mo | no | ma | ne (meniru orang)
11. hi | ga | e | ri (perjalanan sehari)
12. pon | zu (sejenis saus dari kedelai dan jeruk)
13. hi | ru | me | shi (makan siang)
14. re | ki | shi (sejarah)
15. fu | yu | ka | i (tidak nyaman)

Latihan menulis hiragana tambahan

Sekarang kita akan berlatih menulis hiragana dengan 「や」、「ゆ」、「よ」 kecil, dan suara vokal panjang. Untuk latihan ini, saya akan menandakan vokal panjang dengan "-" dan kamu harus menggunakan hiragana yang tepat.

Latihan menulis hiragana 2

Contoh: jyu | gyo- = じゅぎょう (pelajaran)

1. nu | ru | i | o | cha (teh hangat kuku)
2. kyu- | kyo (terburu-buru)
3. jo- | ho- | ko- | ga | ku (ilmu komputer)
4. byo- | do- (kesetaraan)
5. jo- | to- | shu | dan (kebiasaan seseorang)
6. gyu- | nyu- (susu sapi)
7. sho- | rya | ku (pengabaian)
8. hya | ku | nen (seratus tahun)
9. so | tsu | gyo- | shi | ki (upacara kelulusan)
10. to- | nyo- | byo- (diabetes melitus)
11. mu | ryo- (gratis)
12. myo- | ji (nama keluarga)
13. o | ka- | san (ibu)
14. ro- | nin (orang yang gagal masuk universitas
dan menunggu kesempatan tahun berikutnya)
15. ryu- | ga | ku | se | i (pelajar luar negeri)

Latihan membaca hiragana

Sekarang ayo latihan membaca hiragana! Saya terutama ingin menekankan cara membaca 「つ」 kecil dengan benar. Jangan terlalu terpaku pada romajinya, karena intinya adalah mencek apakah kamu bisa membayangkan atau mengucapkan suara yang benar.

Latihan membaca hiragana

Contoh: びっくり = bikkuri (keterkejutan)
1. きゃっかんてき (objektivitas)
2. はっぴょうけっか (hasil pengumuman)
3. ちょっかん (intuisi)
4. せっし (selsius)
5. ぜったい (pasti)
6. けっちゃく (penyelesaian)
7. しっぱい (kegagalan)
8. ちゅうとはんぱ (setengah jalan)
9. やっかい (masalah)
10. しょっちゅう (selalu)

Apa itu Katakana?

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, katakana digunakan terutama untuk kata yang diimpor dari bahasa asing. Kata-kata impor tersebut banyak yang berasal dari bahasa Inggris. Katakana juga bisa digunakan untuk menekankan kata-kata tertentu sebagaimana penggunaan huruf tebal. Untuk daftar penggunaan yang lebih lengkap, kamu bisa melihat artikel Wikipedia mengenai katakana Katakana melambangkan suara-suara yang sama dengan hiragana, namun tentu saja semua hurufnya berbeda. Kalau dipikir-pikir, ini tidaklah aneh karena di bahasa Indonesia juga terdapat dua jenis huruf yaitu huruf besar dan huruf kecil yang sebetulnya melambangkan suara yang sama.
Karena kata-kata bahasa asing harus dipaksa mengikuti kombinasi konsonan+vokal bahasa Jepang, banyak yang mengalami perubahan radikal sampai-sampai pembicara bahasa aslinya tidak bisa menyadarinya dengan mudah. Sebagai hasilnya, penggunaan katakana sangatlah susah bagi pengguna bahasa Inggris, karena mereka berprasangka kata-kata dari bahasa Inggris terdengar seperti... bahasa Inggris. Jadi, lebih baik melupakan kata bahasa Inggris aslinya dan perlakukan kata-kata impor tersebut sebagai kata bahasa Jepang. Kalau tidak, kamu bisa memiliki kebiasaan mengucapkannya dengan pelafalan bahasa Inggrisnya (dan orang Jepang belum tentu paham hal tersebut).
Tabel katakana
n w r y m h n t s k   

(n)
a
  ヰ*  
(chi)

(shi)
i
   
(fu)

(tsu)
u
  ヱ*   e
  o
* = usang atau jarang dipakai
Katakana jauh lebih sulit dikuasai dibanding hiragana karena hanya digunakan untuk kata-kata tertentu, sehingga kesempatan untuk berlatih membacanya lebih jarang. Untuk belajar urutan guratannya (ya, kamu juga perlu melakukannya untuk katakana) kunjungi situs ini.
Lalu, karena bahasa Jepang tidak memiliki spasi, kadang-kadang simbol 「・」 digunakan untuk menunjukkan batas kata misalnya pada 「ロック・アンド・ロール」 (rock and roll). Penggunaan simbol tersebut tidak mutlak, jadi kadang-kadang tidak digunakan apapun untuk menggantikan spasi pada istilah aslinya.
Catatan
  1. Semua suaranya sama dengan hiragana.
  2. Empat huruf 「シ」、「ン」、「ツ」、dan 「ソ」 sangat mirip satu sama lain. Pada dasarnya, bedanya adalah dua huruf pertama lebih "horizontal" dibanding dua huruf terakhir. Garis kecilnya digambar lebih mendatar dan lengkungan panjangnya digambar dari bawah ke atas. Dua huruf terakhir memiliki garis kecil yang hampir vertikal dan lengkungan panjangnya digambar dari atas ke bawah. Huruf-huruf ini susah dibedakan sehinggan dibutuhkan kesabaran dan banyak latihan.
  3. Kamu juga perlu hati-hati dengan 「ノ」、「メ」、dan 「ヌ」, juga 「フ」、「ワ」、 dan 「ウ」. Ya, mereka mirip-mirip dan sayangnya kita tidak bisa melakukan apa-apa.
  4. Kamu harus belajar urutan dan arah guratannya! Kunjungi situs ini untuk mempelajarinya.
  5. Kadang-kadang 「・」 digunakan untuk menggantikan spasi pada bahasa aslinya.

Suara vokal panjang

Pada katakana, vokal panjang menjadi sangat sederhana. Kamu tidak perlu berpikir huruf mana yang harus digunakan untuk memperpanjang suara vokal, karena semua suara vokal panjang dilambangkan dengan garis panjang ini: ー.
Catatan
  1. Semua suara vokal panjang pada katakana dilambangkan dengan garis. Sebagai contoh, "cute" (imut) pada katakan ditulis 「キュート」.

「ア、イ、ウ、エ、オ」 kecil

Karena keterbatasan suara-suara hiragana, pada perkembangannya dibuat beberapa kombinasi baru untuk membuat suara-suara yang aslinya tidak ada di bahasa Jepang. Yang paling utama adalah tidak adanya suara "ti", "di", "tu", dan "du" (karena yang ada adalah "chi", "ji", "tsu", dan "dzu") beserta suara "f" kecuali 「ふ」. Konsonan "sh", "j", dan "ch" juga tidak memiliki gabungannya dengan vokal "e". Untuk mengatasi hal tersebut, keputusannya adalah dengan menambahkan versi kecil dari kelima suara vokal. Huruf-huruf kecil tersebut juga bisa digabungkan dengan suara konsonan "w" untuk menggantikan huruf-huruf yang sudah usang. Sebagai tambahan, 「ウ」 bisa diberi dakuten sehingga menjadi 「ヴ」 yang bisa digabung dengan 「ア、イ、エ、オ」 kecil untuk membuat suku kata dengan konsonan "v". Tapi suara "v" tersebut tidak banyak dipakai, mungkin karena orang Jepang masih susah mengucapkan "v" dan lebih memilih untuk mendekatinya dengan suara "b". Sebagai contoh, "volume" dalam bahasa Jepang dituliskan sebagai 「ボリューム」 (boryuumu), menggunakan suara "b" dan bukan "v". "violin" bisa ditulis baik 「バイオリン」 (baiorin) maupun 「ヴァイオリン」 (vaiorin), dan tidak masalah menggunakan yang mana karena pada akhirnya kebanyakan orang Jepang akan membaca yang manapun dengan suara "b". Pada tabel berikut, suara-suara yang dulunya tidak ada disorot. Suara lain yang sudah ada digunakan sesuai keperluan.

Suara tambahan
v w f ch d t j sh  
ヴァ ファ チャ ジャ シャ a
ヴィ ウィ フィ ディ ティ i
チュ ドゥトゥ ジュ シュ u
ヴェ ウェ フェ チェ ジェ シェ e
ヴォ ウォ フォ チョ ジョ ショ o
Catatan
  1. Perhatikan bahwa tidak ada suara "wu". Sebagai contoh, katakana untuk "woman" (wanita) adalah 「ウーマン」 (uuman).
  2. Walaupun suara "tu" (seperti pada "tubuh") bisa dibuat dengan 「トゥ」, sebelum kombinasi tersebut ada digunakan 「ツ」 (tsu) untuk mendekati suara tersebut. Setelah kombinasi 「トゥ」 dibuat, kata-kata yang terlanjur menggunakan 「ツ」 tidak berganti. Contohnya adalah "tool" (alat) yang ditulis 「ツール」 (tsuuru) dan "tour" (tur) yang ditulis 「ツアー」 (tsuaa).
  3. Di zaman kuno, tanpa suara-suara baru ini seringkali tidak ada pilihan selain mengambil huruf-huruf dari tabel tanpa memperhatikan pengucapan yang sebenarnya. Di bangunan kuno, kamu mungkin masih bisa melihat 「ビルング」 (birujingu) dan bukan ejaan modernnya 「ビルディン グ」 (birudingu). Kebetulan, ini adalah kasus yang terjadi di bangunan Shin-Maru di seberang stasiun Tokyo tempat saya bekerja. Ironisnya, huruf pertama Shin-Maru (新丸) berarti "baru".

Beberapa contoh kata yang menggunakan katakana

Mengubah kata bahasa Inggris menjadi bahasa Jepang adalah keahlian yang memerlukan cukup banyak latihan dan keberuntungan. Untuk mengenalkan kamu bagaimana kata-kata Inggris dijepangkan, inilah beberapa contoh kata dalam katakana. Kadangkala kata katakananya bukanlah bahasa Inggris yang benar atau artinya berbeda dari kata bahasa Inggrisnya. Tentu saja, tidak semua kata katakana diturunkan dari bahasa Inggris.

Contoh kata katakana
Bahasa InggrisBahasa Jepang
America (Amerika)アメリカ
Russia (Rusia)ロシア
Indiaインド
Indonesiaインドネシア
cheating (curang)カンニング (cunning)
tour (tur)ツアー
company employee
(pegawai kantoran)
サラリーマン (salary man)
Mozartモーツァルト
car horn (klakson)クラクション (klaxon)
sofaソファ or ソファー
Halloweenハロウィーン
French fries
(kentang goreng)
フライドポテト (fried potato)

Mengisi tabel katakana

Inilah tabel katakana untuk mencek seberapa baik hafalan katakanamu.
Klik tulisan "balik" untuk menunjukkan atau menyembunyikan tiap huruf.

Latihan menulis katakana

Di sini, kita akan berlatih menuliskan kata-kata katakana dengan (tentunya) katakana. Sebagai tambahan, kamu akan bisa merasakan bagaimana kata-kata bahasa asing berubah bunyinya saat menjadi kata bahasa Jepang.

Latihan menulis katakana 1

Contoh: ko- | hi- = コーヒー (kopi, coffee)

1. mo- | nin | gu (pagi, morning)
2. a | ni | me- | shon (animasi, animation)
3. pan (roti)
4. kon | pyu- | ta (komputer, computer)
5. myu- | ji | ka | ru (drama musikal, musical)
6. ge- | mu (permainan, game)
7. re | bo | ryu- | shon (revolusi, revolution)
8. nu- | do (telanjang, nude)
9. me | nyu- (menu)
10. ro- | te- | shon (rotasi, rotation)
11. ha | i | kin | gu (memanjat gunung, hiking)
12. kyan | se | ru (batal, cancel)
13. ha | ne | mu-n | (bulan madu, honeymoon)
14. ku | ri | su | ma | su | tsu | ri- (pohon Natal, Christmas tree)
15. na | i | to (malam, night)

Latihan menulis katakana tambahan

Sekarang ayo kita berlatih menulis lebih banyak katakana. Kali ini, suara-suara yang tidak ada di hiragana akan dimasukkan.

Latihan menulis katakana 2

Contoh: che | su = チェス (catur, chess)

1. e | i | zu | wi | ru | su (virus AIDS, AIDS virus)
2. no- | su | sa | i | do (sebelah utara, north side)
3. in | fo | me- | shon (informasi, information)
4. pu | ro | je | ku | to (proyek, project)
5. fa | su | to | fu- | do (fast food)
6. she | ru | su | ku | ri | pu | to (shell script)
7. we- | to | re | su (pelayan wanita, waitress)
8. ma | i | ho- | mu (rumahku, my home)
9. chi- | mu | wa- | ku (kerja tim, teamwork)
10. mi | ni | su | ka- | to (rok mini, miniskirt)
11. re- | za- | di | su | ku (laser disc)
12. chen | ji (perubahan, change)
13. re | gyu | ra- (biasa, regular)
14. we | i | to | ri | fu | tin | gu (angkat besi, weightlifting)
15. fa | i | na | ru | fan | ta | ji- (Final Fantasy)

Merubah kata bahasa Inggris ke katakana

Mari kita coba mencari versi katakana dari beberapa kata bahasa Inggris. Saya menuliskan beberapa pola perubahannya di bawah tapi itu hanyalah panduan dan belum tentu diikuti semua kata.
Seperti kamu tahu, suara pada bahasa Jepang mengikuti struktur vokal+konsonan sehingga kata bahasa Inggris yang berada di luar pola tersebut akan menyebabkan masalah. Satu-satunya pola lain yang bisa ditangani adalah konsonan+vokal+n karena ada katakana 「ン」. Inilah beberapa aturan yang mungkin telah kamu sadari.
Kalau kamu sudah menonton "Lost in Translation", kamu akan tahu bahwa "l" dan "r" tidak dibedakan.
(1) Ready -> ディ
(2) Lady -> ディ
Kalau kamu menjumpai dua vokal berurutan atau suara vokal yang diakhiri "r", biasanya hal tersebut menjadi suara vokal panjang.
(1) Shoot -> シュー
(2) Target -> ターゲット
Suara yang terpotong tiba-tiba yang biasanya ditandai "t" atau "c" akan menggunakan 「ツ」 kecil.
(1) Catch -> キャ
(2) Cache -> キャシュ
Kata yang diakhiri konsonan terpaksa diberi vokal tambahan untuk membawanya ke struktur konsonan+vokal, kecuali "n" dan "m" yang bisa ditangani oleh 「ン」. Untuk "t" dan "d", vokal tambahannya biasanya "o". Untuk yang lainnya, biasanya adalah "u".
(1) Good -> グッ
(2) Top -> トッ
(3) Jack -> ジャッ

Latihan merubah kata bahasa Inggris ke katakana

Contoh: Europeヨーロッパ (Eropa)

1. check (cek)
2. violin (biola)
3. jet coaster (roller coaster)
4. window shopping
5. salsa
6. hotdog
7. suitcase (kopor)
8. kitchen (dapur)
9. restaurant (restoran)
10. New York

Apa itu Kanji?

Di bahasa Jepang, hampir semua nomina dan akar dari verba dan adjektiva ditulis dengan huruf China yang dinamakan kanji. Adverbia juga cukup sering ditulis dalam kanji. Ini berarti kamu perlu mempelajari huruf-huruf China untuk bisa melek huruf. Tapi tidak semua kata ditulis menggunakan kanji. Sebagai contoh, verba 'melakukan' sebetunya punya kanji, namun selalu ditulis menggunakan hiragana. Untuk menentukan apakah suatu kata harus ditulis menggunakan hiragana atau kanji, diperlukan pertimbangan kata per kata dan pengetahuan tentang bagaimana suatu kata biasanya ditulis. Tapi, sebagian besar kata bahasa Jepang yang memiliki kanji hampir selalu ditulis menggunakan kanji. (buku anak-anak dan beberapa bacaan lain di mana pembacanya tidak diharapkan tahu banyak kanji adalah perkecualian)
Tutorial ini akan menggunakan kanji sejak awal untuk membantu kamu latihan membaca bahasa Jepang "asli" secepat mungkin. Oleh karenanya, kita akan membahas beberapa sifat kanji dan mengenal beberapa strategi untuk mempelajarinya dengan cepat dan efisien. Menguasai kanji bukanlah hal yang mudah, tapi dengan usaha yang giat siapapun bisa mencapainya. Bagian tersusah dari perjalanan ini adalah menguasai kemampuan belajar kanji dan masalah waktu. Secara kasarnya, agar hafalan kanji kita tidak berhenti hanya sampai ingatan jangka pendek, kamu perlu belajar banyak dan yang paling penting untuk jangka waktu yang panjang. Yang saya maksud bukanlah belajar lima jam tiap hari namun mengulas cara menulis kanji sekali tiap beberapa bulan sampai kamu yakin bahwa kamu kanji tersebut benar-benar telah tertanam dalam ingatan. Tidak ada alasan baik untuk menunda pekerjaan besar mempelajari kanji sampai "tingkat lanjut". Dengan mempelajari kanji bersamaan dengan kosakata baru sejak awal, tugas besar menguasai kanji bisa dibagi menjadi tahap-tahap kecil yang lebih mudah dikelola, dan waktu tambahan tersebut membantu melekatkan kanji yang telah dipelajari ke ingatan permanen.
Sebagai tambahan, mengetahui kanji akan sangat membantu kamu mempelajari kata-kata baru, yang seringkali merupakan gabungan dari kanji-kanji yang telah kamu pelajari. Contohnya, kalau kamu telah mengetahui kanji "bergerak" 動 (どう), kanji "menanam" 植 (しょく), dan kanji "benda" 物 (ぶつ), maka pengetahuan tersebut akan membantu kamu mempelajari bahasa Jepang "binatang" yaitu 動物 (どうぶつ) dan "tumbuhan" yaitu 植物 (しょくぶつ). Ya, di bahasa Jepang binatang adalah "benda yang bergerak" dan tanaman adalah "benda yang ditanam"! Kalau kamu mempelajari kanji belakangan, keuntungan ini tidak akan diperoleh.

Mempelajari Kanji

Semua materi yang kamu butuhkan untuk mulai belajar kanji tersedia di internet dengan gratis di Jim Breen's WWWJDIC. Selain kamusnya yang besar, situs tersebut punya diagram urutan guratan untuk 1.945 kanji jouyou (hampir seluruh kanji yang akan kamu jumpai). Terutama bagi yang baru mulai belajar, kamu perlu menulis setiap kanji berulang-ulang untuk menghafalkan urutan guratannya. Kemampuan penting lainnya adalah mempelajari cara menyeimbangkan tiap huruf sehingga bagian-bagiannya tidaklah terlalu besar maupun kecil. Jadi pastikan untuk meniru hurufnya semirip mungkin dengan contoh yang ada. Pada akhirnya, kamu akan otomatis menguasai cara menulis bagian-bagian yang sering muncul sehingga kalau kamu menemui kanji baru kamu akan langsung tahu cara menulisnya dengan benar. Semua kanji di tutorial ini bisa dengan mudah dicari di WWWJDIC dengan copy-paste.

Membaca Kanji

Hampir semua kanji memiliki dua jenis pengucapan yaitu on-yomi (音読み) dan kun-yomi (訓読み). On-yomi adalah bacaan aslinya dari China dan kun-yomi adalah bacaan Jepangnya. Kanji yang berdiri sendiri biasanya dibaca dengan kun-yomi sedangkan kanji yang merupakan bagian dari kata gabungan atau jukugo (熟語) biasanya dibaca dengan on-yomi. Sebagai contoh, 「力」(ちから, tenaga) dibaca dengan kun-yomi sedangkan huruf yang sama di kata gabungan seperti 「能力」(のうりょく, kemampuan) dibaca dengan on-yomi (dalam kasus ini 「りょく」).
Huruf-huruf tertentu (terutama yang paling umum) bisa memiliki lebih dari satu on-yomi maupun kun-yomi. Contohnya, pada kata 「怪力」(かいりき, kekuatan super), 「力」 dibaca 「りき」 dan bukan 「りょく」 seperti pada contoh sebelumnya. Beberapa kata gabungan juga punya bacaan yang sama sekali tidak berhubungan dengan bacaan huruf-huruf pembentuknya. Contohnya adalah 「今朝」 yang berarti "pagi ini" dan dibaca 「けさ」. Bacaan khusus ini harus dihafalkan secara terpisah. Untungnya, bacaan khusus tersebut jarang-jarang.
Kun-yomi juga digunakan untuk adjektiva dan verba. Kata-kata tersebut sering diakhiri oleh sejumlah hiragana yang disebut okurigana (送り仮名). Bacaan yang termuat di dalam huruf Chinanya akan tetap sama walaupun katanya dikonjugasi ke berbagai macam bentuk. Sebagai contoh, bentuk lampau verba "makan" 「食べる」(たべる) adalah 「食べた」(たべた). Walaupun verbanya berubah bentuk, 「食」 tetap dibaca sama yaitu 「た」.
Konsep lain yang pada awalnya susah ditangkap adalah bacaan suatu kanji bisa sedikit berubah di dalam kata gabungan agar katanya lebih mudah diucapkan. Perubahan yang umum terjadi contohnya suara "h" berubah menjadi "b" atau "p" dan 「つ」 yang menjadi 「っ」. Contohnya adalah 「一杯」(いっぱい, segelas)、「徹底」(てってい, seksama)、dan 「学校」(がっこう, sekolah).
Aspek menyenangkan kanji yang lainnya adalah kata-kata yang arti dasarnya sama dan dibaca sama namun memiliki kanji yang berbeda untuk menyampaikan perbedaan nuansa yang tipis. Contohnya 「聞く」(きく) berarti "mendengar" dan begitu juga 「聴く」(きく). Bedanya adalah 「聴く」 berarti kita lebih memperhatikan yang didengarkan. Misalnya, pada kasus mendengar musik yang digunakan hampir selalu 「聴く」 dan bukan 「聞く」. 「聞く」 juga bisa berarti "bertanya", namun 「訊く」(きく) selalu berarti "bertanya". Contoh lainnya adalah 「見る」(みる) yang berarti "melihat", namun untuk melihat pertunjukan misalnya film bioskop sering digunakan kanji lain yaitu 「観る」(みる). Contoh menarik lain adalah 「書く」(かく) yang berarti "menulis" dan 「描く」(かく) yang berarti "menggambar". Ada juga kasus di mana arti dan kanjinya tetap tapi bacaanya bermacam-macam, misalnya "hari ini" 「今日」 yang bisa dibaca 「きょう」、「こんじつ」、maupun 「こんにち」. Dalam kasus ini, sebetulnya tidak masalah bacaan mana yang dipakai, walaupun bacaan tertentu lebih dipilih pada situasi tertentu.
Terakhir, ada satu huruf 々 yang mungkin lebih merupakan tanda baca. Tanda tersebut berarti bahwa huruf sebelumnya diulang. Contohnya, 「時時」、「様様」、「色色」、dan 「一一」 bisa dan biasanya ditulis sebagai 「時々」、「様々」、「色々」、「一々」.
Selain "fitur-fitur" kanji yang telah disebutkan, masih ada beberapa keanehan dan kejutan menyenangkan yang akan kamu temui saat kamu memperdalam studi bahasa Jepangmu. Silahkan putuskan sendiri apakah pernyataan tersebut merupakan sarkasme. Namun, janganlah takut dan menganggap bahwa bahasa Jepang susahnya minta ampun. Kebanyakan kata di bahasa ini hanya memiliki satu penulisan kanji dan kebanyakan kanji hanya memiliki dua bacaan.

Kenapa Kanji?

Beberapa orang merasa bahwa sistem yang menggunakan simbol-simbol tak beraturan dan bukan alfabet yang sistematis bersifat kuno dan rumit secara berlebihan. Dan memang, mungking mengadopsi huruf China untuk bahasa Jepang bukanlah ide yang baik karena kedua bahasa tersebut strukturnya berbeda secara mendasar. Tapi tujuan tutorial ini bukanlah untuk mendebat keputusan yang telah dibuat beribu-ribu tahun yang lalu tetapi untuk menjelaskan kenapa kamu harus belajar kanji untuk menguasai bahasa Jepang. Dan saya berharap untuk menjelaskan lebih dari sekedar "memang harus begitu jadi lakukan saja!".
Beberapa orang merasa bahwa seharusnya bahasa Jepang berganti dari huruf China ke romaji sehingga orang-orang asing tidak perlu dipusingkan dengan huruf-huruf kompleks. Pada kenyataannya, bahasa Korea relatif baru-baru ini sukses besar berpindah ke sistem penulisannya sendiri untuk menyederhanakan bahasa tertulisnya yang dulu juga menggunakan huruf China. Lalu mengapa hal ini tidak bisa terjadi untuk bahasa Jepang? Saya rasa pemerintah sebetulnya telah mencoba mengganti kanji dengan romaji sesaat setelah perang dunia kedua namun tidak menjumpai keberhasilan. Pasti seseorang yang telah mengetik cukup banyak bahasa Jepang di komputer bisa tahu kenapa hal tersebut tidak berhasil. Saat kamu berusaha mengkonversi hiragana menjadi kanji, kamu hampir selalu disogohi paling tidak dua pilihan (homofon) dan kadang bisa sampai sepuluh (coba ketik kikan). 46 atau berapalah jumlah suara di bahasa Jepang sangatlah sedikit, sehingga susah untuk menghindari homofon. Bandingkan dengan bahasa Korea yang memiliki 14 konsonan dan 10 vokal. Masing-masing konsonan ini bisa dipasangkan dengan vokal manapun sehingga ada 140 suara. Sebagai tambahan, konsonan ketiga bahkan keempat bisa ditambahkan untuk menghasilkan suatu huruf. Ini memberikan jumlah suara teoritis yang lebih dari 1960. (jumlah suara yang benar-benar dipakai jauh lebih sedikit, tapi saya tidak tahu berapa pastinya)
Karena orang ingin membaca jauh lebih cepat dibanding saat berbicara, diperlukan sejenis petunjuk visual untuk memungkinkan pengenalan kata secara instan. Kamu bisa menggunakan bentuk kata di bahasa Indonesia untuk ngebut melintasi tulisan karena sebagian besar kata memiliki bentuk berbeda. Coba latihan kecil ini: hlao, waalupun seuma ktaa di kmaliat ini ejaanyna sahla, apkaah kmau mahsi bias membcaaku? Di bahasa Korea petunjuk visual ini juga ada karena bahasa tersebut memiliki jumlah huruf yang cukup banyak untuk membedakan bentuk-bentuk kata. Namun, karena petunjuk visualnya tidak sejelas kanji, spasi perlu digunakan untuk menghilangkan ambiguitas. (kapan di di mana menggunakan spasi ternyata menjadi masalah tersendiri)
Dengan kanji, bahasa Jepang tidak perlu dipusingkan oleh spasi dan banyak masalah yang berkaitan dengan homofon terselesaikan. Tanpa kanji, bahkan dengan bantuan spasi, ambiguitas dan kurangnya petunjuk visual akan menjadikan tulisan Jepang sangat susah dibaca.
 

Fondasi tata bahasa

← Bab Sebelumnya (Adverbia + Gobi) | Daftar Isi | Bab Berikutnya (Menyatakan "adalah" dan "bukanlah") →



Struktur tata bahasa dasar

Setelah belajar menulis bahasa Jepang, kita bisa mulai membahas tata bahasa dasarnya. Bagian ini terutama meninjau semua jenis kata: nomina, adjektiva, verba, dan adverbia. Bagian ini juga akan menjelaskan bagaimana menggabungkan jenis-jenis kata tersebut menggunakan partikel untuk membentuk kalimat yang baik. Setelah menyelesaikan bagian ini, kamu akan mendapat pemahaman dasar tentang cara kerja bahasa Jepang dan tentang cara mengekspresikan hal-hal sederhana menggunakan bahasa Jepang.
Isi bagian ini
  • Menyatakan "adalah" dan "bukanlah" - Kita akan belajar menyatakan keadaan benda: apakah sesuatu memang sesuatu atau bukan sesuatu.
  • Pengenalan pada partikel (は、も、が) - Bab ini menjelaskan cara menyatakan hubungan antar bagian kalimat dengan partikel topik maupun pengidentifikasi 「は」、「も」、dan 「が」.
  • Adjektiva - Mengulas sifat-sifat utama adjektiva. Kita akan belajar cara menggambarkan nomina dengan memodifikasinya langsung maupun dengan menggunakan partikel.
  • Dasar-dasar verba - Mengulas sifat-sifat utama verba. Di bagian ini pengelompokan verba akan dibahas sehingga memungkinkan kita belajar aturan konjugasinya dengan mudah.
  • Bentuk negatif verba - Membahas konjugasi negatif untuk verba. Kita akan belajar merubah kalimat "Saya akan pergi." menjadi "Saya tidak akan pergi."
  • Bentuk lampau verba - Mengajarkan aturan konjugasi bentuk lampau verba. Kita akan belajar merubah kalimat "Saya akan pergi." menjadi "Saya waktu itu pergi."
  • Partikel untuk verba (を、に、へ、で) - Bab ini mengulas partikel-partikel yang paling sering dikaitkan dengan verba. Kita akan belajar partikel objek langsung (を), partikel target (に), partikel arah (へ), dan partikel konteks (で).
  • Verba transitif dan intransitif - Kita akan belajar verba transitif dan intransitif beserta penggunaan partikel-partikel yang sesuai untuknya.
  • Klausa subordinat deskriptif dan urutan kata pada kalimat - Kita akan belajar memodifikasi nomina dengan verba atau klausa nomina terkonjugasi untuk membuat kalimat-kalimat yang lebih rumit.
  • Partikel yang berkaitan dengan nomina (と、や、とか、の) - Kita akan belajar partikel yang berkaitan dengan nomina (と、や、とか、の). Substitusi nomina umum juga akan dibahas yang memungkinkan kita membuat hampir apapun menjadi topik. Penggunaan 「の」 untuk mengimplikasikan penjelasan juga akan dibahas.
  • Menggunakan adverbia dan gobi - Bab yang singkat dan mudah sebagai penutup bagian ini. Bab ini mengulas cara mengubah adjektiva menjadi adverbia. Bab ini juga memperkenalkan dua akhiran kalimat yang sangat sering muncul dan berguna.

Karena saya mengatakan begitu!

← Bab Sebelumnya (Tata bahasa dasar) | Daftar Isi | Bab Berikutnya (Pengenalan pada partikel) →

Lihat soal latihan



Menyatakan sesuatu memang sesuatu menggunakan 「だ」

Di bahasa Jepang, kita bisa menyatakan bahwa sesuatu memang seperti itu dengan menempelkan hiragana 「だ」 hanya ke nomina (kata benda) atau adjektiva-na (kata sifat na). Kamu akan mengerti maksud dari batasan tersebut saat nanti kita belajar berbagai macam adjektiva.
Kalau ingin sedikit analogi, bayangkan fungsi 「だ」 sebagaimana kata "adalah" pada kalimat "ini adalah ikan". Kata "adalah" menegaskan bahwa benda yang kita tunjuk itu memang merupakan ikan. Untuk adjektiva, kata yang lebih cocok adalah "bersifat", contohnya pada kalimat "dia bersifat cantik".
Menyatakan bahwa sesuatu memang begitu menggunakan 「だ」
  • Tempelkan 「だ」 ke nomina atau adjektiva-na
  • (1) 。 - Ikan.
  • (2) 。 - Adalah ikan.
  • (3) きれい。 - Cantik.
  • (4) きれい。 - Bersifat cantik.
Gampang. Bisa dilihat bahwa fungsi 「だ」 adalah menyatakan keadaan benda positif. Namun ingatlah hal berikut:
Keadaan benda bisa dinyatakan tanpa menggunakan 「だ」!
Ini bukanlah hal yang asing juga di bahasa Indonesia. Di bahasa kita sendiri, kalimat "ini ikan" sudah bisa dimengerti tanpa perlu kata "adalah". Pada bahasa Indonesia, kata "adalah" membuat kalimatnya terdengar lebih formal sehingga penggunaannya lebih untuk bahasa tertulis maupun pidato. Tidak ada aspek jenis kelamin maupun kesopanan. Namun di bahasa Jepang nuansa yang diberikan jauh berbeda. Keberadaan 「だ」 membuat kalimatnya terdengar lebih tegas, memaksa, dan dengan kata lain deklaratif. Oleh karenanya, yang lebih sering menggunakan 「だ」 di akhir kalimat adalah laki-laki. Di bahasa Jepang, gaya bahasa tegas juga berarti tidak sopan. Oleh karenanya, saat nanti belajar gaya bahasa sopan kita akan melihat bahwa 「だ」 tidak digunakan sebagai akhiran kalimat. Terakhir, karena 「だ」 hanya digunakan untuk membuat pernyataan, kamu tidak bisa menggunakannya saat bertanya.
Deklaratif 「だ」 juga diperlukan di berbagai konstruksi yang mengharuskan keadaan benda dinyatakan dengan jelas. Ada juga kasus-kasus di mana kamu tidak boleh menempelkannya. Semuanya cukup merepotkan tapi untuk saat ini kamu belum perlu memikirkannya.

Konjugasi bentuk negatif

Di bahasa Jepang, bentuk negatif dan lampau dinyatakan melalui perubahan bentuk atau konjugasi. Nomina dan adjektiva bisa dikonjugasi ke bentuk negatif untuk menyatakan bahwa sesuatu bukan X dan ke bentuk lampau untuk menyatakan bahwa sesuatu dulunya X. Mungkin kedengarannya aneh, tapi konjugasi-konjugasi tersebut tidak memiliki konotasi deklaratif sebagaimana 「だ」. Di bab lain kita akan belajar bagaimana menggabungkan konjugasi tersebut dengan 「だ」 untuk membuatnya deklaratif.
Pertama, untuk bentuk negatif, kamu hanya perlu menempelkan 「じゃない」 ke nomina atau adjektiva-na. Pada bahasa Indonesia, ini akan menjadi "bukan" seperti pada "ini bukan ikan" atau "tidak" seperti pada "dia tidak cantik".
Aturan konjugasi untuk bentuk negatif
  • Tempelkan 「じゃない」 ke nomina atau adjektiva-na
    友達 → 友達じゃない (bukan teman)
    きれい → きれいじゃない (tidak cantik)

Contoh

(1) じゃない。- Bukan ikan.
(2) 学生じゃない。- Bukan murid.
(3) 静かじゃない。- Tidak hening.

Konjugasi bentuk lampau

Di bahasa Indonesia, untuk menyatakan keadaan di masa lalu digunakan keterangan waktu seperti "tadi", "tahun lalu", "dulu", dan "waktu itu". Contohnya adalah "ujiannya kemarin mudah". Di bahasa Jepang, yang diperlukan adalah merubah katanya ke bentuk lampau. Pada contoh sebelumnya, "mudah" harus dikonjugasi ke bentuk lampau. Jadi walaupun kamu sudah menggunakan keterangan waktu, kamu tetap harus merubah katanya ke bentuk lampau.
Untuk mengatakan bahwa sesuatu dulunya sesuatu, 「だった」 ditempelkan ke nomina atau adjektiva-na. Kita akan secara bebas menggunakan penanda waktu "dulu" maupun "waktu itu" sebagai terjemahannya.
Untuk mengatakan bentuk negatif lampau (dulunya bukan), bentuk negatifnya dikonjugasi menjadi bentuk negatif lampau dengan membuang 「い」 dari 「じゃない」 dan menambahkan 「かった」.
Aturan konjugasi untuk bentuk lampau
  1. Bentuk lampau: Tempelkan 「だった」 ke nomina atau adjektiva-na
    友達 → 友達だった (dulu teman)
    きれい → きれいだった (dulu cantik)
  2. Bentuk lampau negatif: Konjugasikan nomina atau adjektiva-na ke bentuk negatif lalu ganti 「い」 pada 「じゃない」 dengan 「かった」
    友達 → 友達じゃない → 友達じゃなかった (dulu bukan teman)
    きれい → きれいじゃない → きれいじゃなかった (dulu tidak cantik)
(1) だった。- Dulunya ikan.
(2) 学生じゃなかった。- Dulu bukan murid.
(3) 静かじゃなかった。- Waktu itu tidak hening.

Ringkasan

Kita telah belajar mengkonjugasikan keadaan benda ke empat bentuk yang mungkin. Berikutnya kita akan belajar beberapa partikel, yang memungkinkan kita memberikan peran pada kata. Inilah tabel ringkasan konjugasi yang dipelajari di bab ini.

Ringkasan konjugasi keadaan benda

PositifNegatif
Taklampau(だ)Adalah ikanじゃないBukan ikan
LampauだったDulu ikanじゃなかったDulu bukan ikan

 

Latihan menyatakan "adalah" dan "bukanlah"

← Bab Sebelumnya (Tata bahasa dasar) | Daftar Isi | Bab Berikutnya (Pengenalan pada partikel) →

Kembali ke materi



Kosakata bab ini

Pada soal-soal di bab ini, kita akan berlatih konjugasi keadaan benda yang baru saja dipelajari. Tapi sebelumnya, kamu mungkin ingin mempelajari atau mengulas nomina-nomina berguna berikut yang akan dipakai di soal-soalnya.
Kanji
Untuk kemudahanmu, saya telah mendaftar kanji-kanji yang digunakan pada kosakata bab ini. Pranalanya akan membawa kamu ke diagram urutan guratannya. Namun, arah guratannya tidak ditunjukkan dengan jelas (walaupun kamu bisa menebak dari animasinya) jadi ceklah kamus atau sumber lain kalau kamu tidak yakin. Saya menyarankan berlatih kanji dalam konteks penggunaan nyatanya (contohnya pada penggunaannya untuk kosakata bab ini).
  1. - orang
  2. - anak
  3. - kecil
  4. - tengah
  5. - besar
  6. - teman
  7. - hidup
  8. - duluan
  9. - belajar
  10. - sekolah
  11. - tinggi
  12. - mobil
  13. - menemani
  14. - mencapai
Kosakata
Inilah daftar kata-kata yang mungkin dipakai di soal-soalnya.
  1. うん - kata santai untuk "iya" (ya, he eh)
  2. ううん - kata santai untuk "tidak" atau "bukan" (nggak)
  3. これ - ini
  4. それ - itu
  5. あれ - itu yang jauh di sana
  6. こう - seperti ini
  7. そう - seperti itu
  8. 人 【ひと】 - orang
  9. 大人 【おとな】 - orang dewasa
  10. 子供 【こども】 - anak/anak kecil
  11. 友達 【ともだち】 - teman
  12. 車 【くるま】 - mobil
  13. 学生 【がくせい】 - murid
  14. 先生 【せんせい】 - guru
  15. 学校 【がっこう】 - sekolah
  16. 小学校 【しょうがっこう】 - SD
  17. 中学校 【ちゅうがっこう】 - SLTP/SMP
  18. 高校 【こうこう】 - SMA/SMU
  19. 大学 【だいがく】 - universitas

Latihan konjugasi 1

Kita sekarang akan berlatih konjugasi keadaan benda secara berurutan. Ambil tiap nomina dan konjugasikan ke bentuk berikut: deklaratif, negatif, lampau, lalu negatif lampau. Contoh: 人 = 人だ人じゃない人だった人じゃなかった

1. これ
deklaratif =
negatif =
lampau =
negatif lampau =

2. 大人
deklaratif =
negatif =
lampau =
negatif lampau =

3. 学校
deklaratif =
negatif =
lampau =
negatif lampau =

4. 友達
deklaratif =
negatif =
lampau =
negatif lampau =

5. 学生
deklaratif =
negatif =
lampau =
negatif lampau =

Latihan konjugasi 2

Pada latihan kedua ini, kita akan benar-benar menguji pengetahuan konjugasi dan juga kosakatamu dengan menerjemahkan beberapa kalimat bahasa Indonesia sederhana. Ingatlah bahwa walaupun keadaan benda positif taklampau sebetulnya bisa dinyatakan hanya dengan menyebutkan katanya, untuk latihan ini kita akan selalu membuatnya deklaratif. Jangan lupa bahwa ini menghasilkan kalimat yang terdengar tegas.
Contoh: Adalah murid. = 学生だ。

1. Adalah universitas.
2. Bukan SMU.
3. Dulunya guru.
4. Adalah orang dewasa.
5. Waktu itu bukan anak kecil.
6. Waktu itu seperti ini.
7. Dulu bukan itu (yang jauh di sana).
8. Bukan SMP.
9. Adalah teman.
10. Waktu itu bukan mobil.
11. Dulunya ini.
12. Bukan seperti itu.

Latihan tanya jawab

Di latihan terakhir ini, kita akan berlatih menjawab pertanyaan sederhana menggunakan keadaan benda. Jawaban ya atau tidak (うん atau ううん) akan diberikan dan tugas kamu adalah melengkapi sisa kalimatnya. Kita juga akan berlatih memerankan laki-laki dan perempuan dengan baik, sehingga untuk keperluan itu diasumsikan bahwa semua laki-laki menggunakan deklaratif 「だ」 agar terdengar tegas dan semua perempuan menjauhinya agar terdengar halus. (kenyataannya tidak semutlak itu)

Contoh:
Q) 学生?
A) ううん、学生じゃない

Q1) 友達?
A1) うん、(perempuan)

Q2) 学校?
A2) ううん、

Q3) それだった?
A3) ううん、

Q4) そう? (Apa benar begitu?)
A4) うん、(laki-laki)

Q5) これ?
A5) ううん、(bendanya di luar jangkauan pembicara, tapi tidak terlalu jauh)

Q6) 先生だった?
A6) うん、

Q7) 小学校だった?
A7) ううん、

Q8) 子供?
A8) うん、(perempuan)

Partikel-partikel dasar

← Bab Sebelumnya (Menyatakan "adalah" dan "bukanlah") | Daftar Isi | Bab Berikutnya (Adjektiva) →

Lihat soal latihan



Menentukan peran kata dengan partikel

Memanfaatkan apa yang telah dipelajari di bab sebelumnya, kita sekarang akan menghubungkan suatu nomina dengan nomina lain. Ini dilakukan dengan sesuatu yang disebut partikel. Partikel adalah satu atau dua huruf hiragana yang ditempelkan ke akhir kata untuk menentukan peran kata tersebut di kalimat. Menggunakan partikel yang benar sangatlah penting sebab arti kalimat bisa berubah drastis hanya dengan mengganti partikelnya. Contohnya, kalimat "Ikan makan." bisa menjadi "Makan ikan." hanya dengan mengganti satu partikel.

Partikel topik 「は」

Partikel pertama yang akan kita pelajari adalah partikel topik. Pada intinya, partikel topik menunjukkan apa yang sedang kamu bicarakan, dengan kata lain topik kalimatmu. Sebagai contoh, misal seseorang mengatakan "Bukan murid." Ini adalah kalimat yang sudah benar pada bahasa Jepang, namun tidak jelas siapa yang sedang dibicarakan kecuali kita mengikuti pembicaraannya dari awal. Nah, dengan partikel topik kita bisa menyatakan apa yang sebetulnya dibicarakan. Partikel ini adalah huruf 「は」. Perlu diingat bahwa walaupun partikel topik menggunakan huruf hiragana "ha", saat digunakan sebagai partikel topik pengucapannya selalu "wa".
Saat digunakan sebagai partikel topik, 「は」 dibaca "wa"!

Contoh 1

ジャヤ: リナ学生?- Apakah kamu (Rina) murid?
リナ: うん学生。- Ya, saya murid. Di sini, Jaya menggunakan 「は」 untuk menyatakan bahwa pertanyaannya adalah tentang Rina. Perhatikan bahwa Jaya tidak menggunakan 「だ」 di akhir pertanyaan, karena memang 「だ」 tidak boleh digunakan untuk membuat pertanyaan. Berikutnya, perhatikan bahwa Rina tidak menyebutkan topik apapun di jawabannya. Topiknya telah dibuat jelas oleh Jaya, sehingga Rina tidak perlu mengulangnya lagi. Terakhir, walaupun Rina tidak menggunakan deklaratif 「だ」, mungkin pengguna laki-laki akan lebih memilih untuk menggunakannya supaya terdengar tegas.

Contoh 2

ジャヤ: アンドレ明日?- Apakah Andre besok?
リナ: 明日じゃない。- Bukan besok. Karena konteksnya kurang, kita tidak punya informasi cukup untuk sepenuhnya memahami percakapan ini. Tentu saja, tidak mungkin bahwa yang dimaksud itu "Andre adalah besok." karena seseorang tidak mungkin menjadi "besok". Kalau ada konteksnya, asalkan kalimatnya berhubungan dengan Andre dan besok, artinya bisa bermacam-macam. Contohnya, mereka bisa saja membicarakan tentang kapan ujian diselenggarakan.

Contoh 3

リナ: 今日試験だ。- Hari ini ujian.
ジャヤ: アンドレは? - Bagaimana mengenai Andre?
リナ: アンドレは明日。 - Andre besok. (Mengenai Andre, ujiannya besok.) Kita harus sadar bahwa konsep topik sangatlah umum. Suatu topik bisa saja secara tidak langsung mengacu pada suatu benda atau aksi lain. Sebagai contoh, pada kalimat terakhir contoh di atas, walaupun kalimatnya membicarakan mengenai kapan ujian untuk Andre, kata "ujian" tidak disebutkan!
Di akhir bab ini kita akan melihat suatu partikel yang mengikat kata secara lebih kencang ke kalimat yaitu partikel identifikasi.

Partikel inklusif 「も」

Partikel lain yang sangat mirip dengan partikel topik adalah partikel topik inklusif. Fungsinya pada dasarnya sama dengan partikel topik namun dengan arti tambahan "juga". Intinya, partikel tersebut menambahkan topik baru ke topik sebelumnya. Partikel topik inklusif ini adalah 「も」 dan cara yang paling baik untuk memahaminya adalah dengan contoh:

Contoh 1

ジャヤ: リナは学生?- Apakah kamu (Rina) murid?
リナ: うん、ヘリ学生。- Ya, dan Heri juga murid. Perhatikan bahwa Rina harus konsisten dengan inklusinya. Tidak masuk akal untuk mengatakan "Saya murid, dan Heri juga bukan murid." Untuk kasus tersebut Rina akan menggunakan partikel 「は」 untuk menghilangkan makna inklusi seperti pada contoh berikut:

Contoh 2

ジャヤ: リナは学生?- Apakah kamu (Rina) murid?
リナ: うん、でもヘリ学生じゃない。- Ya, tapi Heri bukan murid.

Contoh 3

Ini juga salah satu kemungkinan:
ジャヤ: リナは学生?- Apakah kamu (Rina) murid?
リナ: ううん、ヘリ学生じゃない。- Bukan, dan Heri juga bukan murid. Kenapa Rina tiba-tiba membicarakan Heri, padahal Jaya hanya menanyakan Rina? Mungkin Heri sedang berdiri di sampingnya dan Rina ingin mengikutsertakannya dalam pembicaraan.

Partikel identifikasi 「が」

Kita bisa membuat topic menggunakan partikel 「は」 dan 「も」. Tapi bagaimana kalau kita tidak tahu topiknya? Bagaimana kalau saya ingin bertanya, "Siapa yang murid?". Kita perlu pengidentifikasi karena saya tidak tahu siapa muridnya. Kalau saya menggunakan partikel topik, maka pertanyaannya akan menjadi "Apakah siapa murid?", seakan-akan "siapa" adalah nama seseorang. Hal tersebut tidak masuk akal karena "siapa" itu sebetulnya bukan orang nyata.
Di sinilah partikel 「が」 berfungsi. Kadang-kadang 「が」 juga disebut partikel subjek tapi saya benci istilah tersebut karena konsep "subjek" di bahasa Indonesia jauh berbeda dengan fungsi 「が」. Saya kukuh akan menyebutnya partikel identifikasi karena memang itu fungsi sebenarnya, menunjukkan bahwa pembicara ingin mengidentifikasi sesuatu yang tidak diketahui.

Contoh 1

ジャヤ: 学生?- Siapa yang murid?
リナ: アンドレ学生。- Andre adalah yang murid.
Jaya ingin mengidentifikasi siapa yang merupakan murid di antara kandidat-kandidat yang mungkin. Rina menjawab bahwa orangnya adalah Andre. Perhatikan bahwa Rina bisa saja menjawab dengan partikel topik yang berarti bahwa, berbicara tentang Andre, dia tahu bahwa Andre adalah seorang murid (mungkin bukan si murid yang dicari). Perbedaannya bisa dilihat di contoh berikutnya.

Contoh 2

(1) 学生? - Siapa yang murid?
(2) 学生?- Murid (itu) siapa? Mudah-mudahan kamu bisa melihat bahwa (1) bertujuan mencari seseorang yang merupakan "murid" sedangkan (2) hanya membicarakan mengenai seorang murid. Kamu tidak bisa mengganti 「が」 dengan 「は」 pada (1) karena nanti "siapa" akan menjadi topik dan pertanyaanya menjadi "Apakah siapa murid?"
Partikel 「は」 dan 「が」 mungkin terlihat sangat mirip karena perbedaannya sukar diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Sebagai contoh, 「学生」 dan 「学生」 sama-sama menjadi "Saya murid."* jika diterjemahkan. Namun terjemahannya menjadi sama di bahasa Indonesia karena informasi mengenai konteks seringkali tidak bisa dinyatakan dengan ringkas seperti pada bahasa Jepang. Pada kalimat pertama 「学生」, karena topiknya adalah 「」, maksud kalimatnya adalah "berbicara tentang saya, saya adalah murid". Namun di kalimat kedua 「」 menentukan siapa yang merupakan 「学生」. Kalau kita ingin tahu siapa muridnya, partikel 「が」 memberitahu bahwa jawabannya adalah 「」.
Kamu bisa membayangkan bahwa partikel 「が」 selalu menjawab suatu pertanyaan sunyi. Bayangkan kalimat 「学生」 merupakan respons pertanyaan seperti "Siapa yang murid?" Sebagai contoh lain, kalau ada kalimat 「アンドレがだ」, maka artinya kita menjawab pertanyaan seperti "Siapa yang ikan?" atau bahkan mungkin "Apa makanan yang disukai Andre?" Untuk kalimat 「これ」, pertanyaannya bisa saja "Yang mana mobil?". Kalau kamu menggunakan cara berpikir yang benar, partikel 「は」 sebetulnya sangat beda dengan 「が」. Partikel 「が」 mengidentifikasi suatu benda yang ditanya-tanya sedangkan 「は」 hanya digunakan untuk mengangkat topik pembicaraan baru. Inilah alasannya kenapa di kalimat-kalimat panjang seringkali topiknya dipisahkan dengan koma untuk menghilangkan ambiguitas mengenai bagian kalimat mana saja yang dicakup suatu topik.
* Secara teknis, itu adalah terjemahan yang paling mungkin kalau tidak ada konteks pembicaraannya.

Latihan partikel 「は、も、が」

← Bab Sebelumnya (Menyatakan "adalah" dan "bukanlah") | Daftar Isi | Bab Berikutnya (Adjektiva) →

Kembali ke materi




Kosakata bab ini

Kanji
Untuk kemudahanmu, saya telah mendaftar kanji-kanji yang digunakan pada kosakata bab ini. Pranalanya akan membawa kamu ke diagram urutan guratannya. Namun, arah guratannya tidak ditunjukkan dengan jelas (walaupun kamu bisa menebak dari animasinya) jadi ceklah kamus atau sumber lain kalau kamu tidak yakin. Saya menyarankan berlatih kanji dalam konteks penggunaan nyatanya (contohnya pada penggunaannya untuk kosakata bab ini).
  1. - apa
  2. - proyeksi
  3. - gambar
  4. - dia
  5. - perempuan
  6. - sebelumnya
  7. - hari
  8. - sekarang
  9. - terang
  10. - tahu (mengetahui, bukan makanan "tahu")
  11. - cocok
  12. - timah
  13. - kuas
  14. - masuk
  15. - mulut
  16. - keluar
  17. - rencana
  18. - tulis
  19. - bangunan
Kosakata
Inilah daftar kata-kata yang mungkin dipakai di soal-soalnya.
  1. どこ - di mana
  2. いつ - kapan
  3. どうして - kenapa
  4. どう - bagaimana
  5. どれ - yang mana
  6. ミーティング - pertemuan (meeting)
  7. ボールペン - pulpen
  8. 何【なに】 - apa
  9. 誰【だれ】 - siapa
  10. 映画【えいが】 - film
  11. 彼【かれ】 - dia (laki-laki); pacar (laki-laki)
  12. 彼女【かのじょ】 - dia (perempuan); pacar (perempuan)
  13. 雨【あめ】 - hujan
  14. 昨日【きのう】 - kemarin
  15. 今日【きょう】 - hari ini
  16. 明日【あした】 - besok
  17. 知り合い【しりあい】 - kenalan (orang misalnya "kenalan kantor", bukan aksi "berkenalan")
  18. 鉛筆【えんぴつ】 - pensil
  19. 仕事【しごと】 - pekerjaan
  20. 入口【いりぐち】 - pintu masuk
  21. 出口【でぐち】 - pintu keluar
  22. 図書館【としょかん】 - perpustakaan

Latihan partikel dasar dengan 「は」

Pertama, mari membiasakan diri dengan konsep partikel. Kita akan memulai dengan membuat kalimat-kalimat sederhana menggunakannya. Di latihan pertama ini, kita akan menggunakan partikel topik untuk menentukan topik pembicaraan. Ingatlah bahwa partikel topik 「は」 selalu dibaca "wa".
Contoh: 誰? Topik: アリス) = アリスは誰?
1. どこ?(Topik: 学校) (Di mana sekolah?)
2. どうして?(Topik: それ) (Kenapa begitu?)
3.いつ?(Topik: ミーティング) (Kapan meetingnya?)
4.何?(Topik: これ) (Apa ini?)
5.どう?(Topik: 映画) (Bagaimana filmnya?)
6.中学生だ。(Topik: 彼) (Dia adalah murid SMP.)
7.先生だ。(Topik: 彼女) (Dia adalah guru.)
8.雨。(Topik: 今日) (Hari ini hujan.)
9.友達。(Topik: ボブ) (Bob teman.)
10. 知り合い?(Topik: 彼) (Apa dia kenalan?)

Latihan partikel dengan 「は」 dan 「も」

Sekarang kita akan membiasakan diri merasakan perbedaan partikel 「は」 dengan 「も」. Kalimat-kalimatnya sebetulnya cukup payah tapi saya rasa ini satu-satunya cara untuk membuat jelas partikel mana yang harus digunakan. Ingat, tujuannya adalah untuk mendapat naluri kapan harus menggunakan partikel inklusif dan kapan tidak.

Isilah dengan 「は」 atau 「も」

Contoh: これは鉛筆だ。それ鉛筆だ。
1.今日は雨だ。昨日雨だった。
2.ジムは大学生だ。でも、私大学生じゃない。
3.これは水。これそう。
4.これはボールペンだ。でも、それボールペンじゃない。
5.仕事は明日。今日仕事じゃなかった。
6.ここは入口。出口ここだ。

Latihan tanya jawab dengan 「は」, 「も」, 「が」

Di latihan terakhir ini, kita akan berlatih menggunakan ketiga partikel yang telah dipelajari untuk mengetahui kapan harus menggunakannya. Ingatlah bahwa partikel 「が」 hanya digunakan saat kamu ingin mengidentifikasi sesuatu dari banyak kemungkinan yang ada. Walaupun terdapat kasus-kasus di mana 「は」 dan 「が」 sama-sama benar secara tata bahasa, karena artinya berbeda, maka pilihan yang benar tergantung pada apa yang kamu maksudkan.

Isilah dengan partikel yang benar, 「は」、 「も」、 atau 「が」


ジム) アリス誰?
ボブ) 友達だ。彼女アリスだ
 
アリス) これ何?
ボブ) それ鉛筆。
アリス) あれ鉛筆?
ボブ) あれペンだ。
 
アリス) 図書館どこ?
ボブ) ここ図書館だ。
アリス) そこ図書館じゃない?
ボブ) そこじゃない。図書館ここだ。

Latihan partikel 「は、も、が」

← Bab Sebelumnya (Menyatakan "adalah" dan "bukanlah") | Daftar Isi | Bab Berikutnya (Adjektiva) →

Kembali ke materi




Kosakata bab ini

Kanji
Untuk kemudahanmu, saya telah mendaftar kanji-kanji yang digunakan pada kosakata bab ini. Pranalanya akan membawa kamu ke diagram urutan guratannya. Namun, arah guratannya tidak ditunjukkan dengan jelas (walaupun kamu bisa menebak dari animasinya) jadi ceklah kamus atau sumber lain kalau kamu tidak yakin. Saya menyarankan berlatih kanji dalam konteks penggunaan nyatanya (contohnya pada penggunaannya untuk kosakata bab ini).
  1. - apa
  2. - proyeksi
  3. - gambar
  4. - dia
  5. - perempuan
  6. - sebelumnya
  7. - hari
  8. - sekarang
  9. - terang
  10. - tahu (mengetahui, bukan makanan "tahu")
  11. - cocok
  12. - timah
  13. - kuas
  14. - masuk
  15. - mulut
  16. - keluar
  17. - rencana
  18. - tulis
  19. - bangunan
Kosakata
Inilah daftar kata-kata yang mungkin dipakai di soal-soalnya.
  1. どこ - di mana
  2. いつ - kapan
  3. どうして - kenapa
  4. どう - bagaimana
  5. どれ - yang mana
  6. ミーティング - pertemuan (meeting)
  7. ボールペン - pulpen
  8. 何【なに】 - apa
  9. 誰【だれ】 - siapa
  10. 映画【えいが】 - film
  11. 彼【かれ】 - dia (laki-laki); pacar (laki-laki)
  12. 彼女【かのじょ】 - dia (perempuan); pacar (perempuan)
  13. 雨【あめ】 - hujan
  14. 昨日【きのう】 - kemarin
  15. 今日【きょう】 - hari ini
  16. 明日【あした】 - besok
  17. 知り合い【しりあい】 - kenalan (orang misalnya "kenalan kantor", bukan aksi "berkenalan")
  18. 鉛筆【えんぴつ】 - pensil
  19. 仕事【しごと】 - pekerjaan
  20. 入口【いりぐち】 - pintu masuk
  21. 出口【でぐち】 - pintu keluar
  22. 図書館【としょかん】 - perpustakaan

Latihan partikel dasar dengan 「は」

Pertama, mari membiasakan diri dengan konsep partikel. Kita akan memulai dengan membuat kalimat-kalimat sederhana menggunakannya. Di latihan pertama ini, kita akan menggunakan partikel topik untuk menentukan topik pembicaraan. Ingatlah bahwa partikel topik 「は」 selalu dibaca "wa".
Contoh: 誰? Topik: アリス) = アリスは誰?
1. どこ?(Topik: 学校) (Di mana sekolah?)
2. どうして?(Topik: それ) (Kenapa begitu?)
3.いつ?(Topik: ミーティング) (Kapan meetingnya?)
4.何?(Topik: これ) (Apa ini?)
5.どう?(Topik: 映画) (Bagaimana filmnya?)
6.中学生だ。(Topik: 彼) (Dia adalah murid SMP.)
7.先生だ。(Topik: 彼女) (Dia adalah guru.)
8.雨。(Topik: 今日) (Hari ini hujan.)
9.友達。(Topik: ボブ) (Bob teman.)
10. 知り合い?(Topik: 彼) (Apa dia kenalan?)

Latihan partikel dengan 「は」 dan 「も」

Sekarang kita akan membiasakan diri merasakan perbedaan partikel 「は」 dengan 「も」. Kalimat-kalimatnya sebetulnya cukup payah tapi saya rasa ini satu-satunya cara untuk membuat jelas partikel mana yang harus digunakan. Ingat, tujuannya adalah untuk mendapat naluri kapan harus menggunakan partikel inklusif dan kapan tidak.

Isilah dengan 「は」 atau 「も」

Contoh: これは鉛筆だ。それ鉛筆だ。
1.今日は雨だ。昨日雨だった。
2.ジムは大学生だ。でも、私大学生じゃない。
3.これは水。これそう。
4.これはボールペンだ。でも、それボールペンじゃない。
5.仕事は明日。今日仕事じゃなかった。
6.ここは入口。出口ここだ。

Latihan tanya jawab dengan 「は」, 「も」, 「が」

Di latihan terakhir ini, kita akan berlatih menggunakan ketiga partikel yang telah dipelajari untuk mengetahui kapan harus menggunakannya. Ingatlah bahwa partikel 「が」 hanya digunakan saat kamu ingin mengidentifikasi sesuatu dari banyak kemungkinan yang ada. Walaupun terdapat kasus-kasus di mana 「は」 dan 「が」 sama-sama benar secara tata bahasa, karena artinya berbeda, maka pilihan yang benar tergantung pada apa yang kamu maksudkan.

Isilah dengan partikel yang benar, 「は」、 「も」、 atau 「が」


ジム) アリス誰?
ボブ) 友達だ。彼女アリスだ
 
アリス) これ何?
ボブ) それ鉛筆。
アリス) あれ鉛筆?
ボブ) あれペンだ。
 
アリス) 図書館どこ?
ボブ) ここ図書館だ。
アリス) そこ図書館じゃない?
ボブ) そこじゃない。図書館ここだ。

Latihan partikel 「は、も、が」

← Bab Sebelumnya (Menyatakan "adalah" dan "bukanlah") | Daftar Isi | Bab Berikutnya (Adjektiva) →

Kembali ke materi




Kosakata bab ini

Kanji
Untuk kemudahanmu, saya telah mendaftar kanji-kanji yang digunakan pada kosakata bab ini. Pranalanya akan membawa kamu ke diagram urutan guratannya. Namun, arah guratannya tidak ditunjukkan dengan jelas (walaupun kamu bisa menebak dari animasinya) jadi ceklah kamus atau sumber lain kalau kamu tidak yakin. Saya menyarankan berlatih kanji dalam konteks penggunaan nyatanya (contohnya pada penggunaannya untuk kosakata bab ini).
  1. - apa
  2. - proyeksi
  3. - gambar
  4. - dia
  5. - perempuan
  6. - sebelumnya
  7. - hari
  8. - sekarang
  9. - terang
  10. - tahu (mengetahui, bukan makanan "tahu")
  11. - cocok
  12. - timah
  13. - kuas
  14. - masuk
  15. - mulut
  16. - keluar
  17. - rencana
  18. - tulis
  19. - bangunan
Kosakata
Inilah daftar kata-kata yang mungkin dipakai di soal-soalnya.
  1. どこ - di mana
  2. いつ - kapan
  3. どうして - kenapa
  4. どう - bagaimana
  5. どれ - yang mana
  6. ミーティング - pertemuan (meeting)
  7. ボールペン - pulpen
  8. 何【なに】 - apa
  9. 誰【だれ】 - siapa
  10. 映画【えいが】 - film
  11. 彼【かれ】 - dia (laki-laki); pacar (laki-laki)
  12. 彼女【かのじょ】 - dia (perempuan); pacar (perempuan)
  13. 雨【あめ】 - hujan
  14. 昨日【きのう】 - kemarin
  15. 今日【きょう】 - hari ini
  16. 明日【あした】 - besok
  17. 知り合い【しりあい】 - kenalan (orang misalnya "kenalan kantor", bukan aksi "berkenalan")
  18. 鉛筆【えんぴつ】 - pensil
  19. 仕事【しごと】 - pekerjaan
  20. 入口【いりぐち】 - pintu masuk
  21. 出口【でぐち】 - pintu keluar
  22. 図書館【としょかん】 - perpustakaan

Latihan partikel dasar dengan 「は」

Pertama, mari membiasakan diri dengan konsep partikel. Kita akan memulai dengan membuat kalimat-kalimat sederhana menggunakannya. Di latihan pertama ini, kita akan menggunakan partikel topik untuk menentukan topik pembicaraan. Ingatlah bahwa partikel topik 「は」 selalu dibaca "wa".
Contoh: 誰? Topik: アリス) = アリスは誰?
1. どこ?(Topik: 学校) (Di mana sekolah?)
2. どうして?(Topik: それ) (Kenapa begitu?)
3.いつ?(Topik: ミーティング) (Kapan meetingnya?)
4.何?(Topik: これ) (Apa ini?)
5.どう?(Topik: 映画) (Bagaimana filmnya?)
6.中学生だ。(Topik: 彼) (Dia adalah murid SMP.)
7.先生だ。(Topik: 彼女) (Dia adalah guru.)
8.雨。(Topik: 今日) (Hari ini hujan.)
9.友達。(Topik: ボブ) (Bob teman.)
10. 知り合い?(Topik: 彼) (Apa dia kenalan?)

Latihan partikel dengan 「は」 dan 「も」

Sekarang kita akan membiasakan diri merasakan perbedaan partikel 「は」 dengan 「も」. Kalimat-kalimatnya sebetulnya cukup payah tapi saya rasa ini satu-satunya cara untuk membuat jelas partikel mana yang harus digunakan. Ingat, tujuannya adalah untuk mendapat naluri kapan harus menggunakan partikel inklusif dan kapan tidak.

Isilah dengan 「は」 atau 「も」

Contoh: これは鉛筆だ。それ鉛筆だ。
1.今日は雨だ。昨日雨だった。
2.ジムは大学生だ。でも、私大学生じゃない。
3.これは水。これそう。
4.これはボールペンだ。でも、それボールペンじゃない。
5.仕事は明日。今日仕事じゃなかった。
6.ここは入口。出口ここだ。

Latihan tanya jawab dengan 「は」, 「も」, 「が」

Di latihan terakhir ini, kita akan berlatih menggunakan ketiga partikel yang telah dipelajari untuk mengetahui kapan harus menggunakannya. Ingatlah bahwa partikel 「が」 hanya digunakan saat kamu ingin mengidentifikasi sesuatu dari banyak kemungkinan yang ada. Walaupun terdapat kasus-kasus di mana 「は」 dan 「が」 sama-sama benar secara tata bahasa, karena artinya berbeda, maka pilihan yang benar tergantung pada apa yang kamu maksudkan.

Isilah dengan partikel yang benar, 「は」、 「も」、 atau 「が」


ジム) アリス誰?
ボブ) 友達だ。彼女アリスだ
 
アリス) これ何?
ボブ) それ鉛筆。
アリス) あれ鉛筆?
ボブ) あれペンだ。
 
アリス) 図書館どこ?
ボブ) ここ図書館だ。
アリス) そこ図書館じゃない?
ボブ) そこじゃない。図書館ここだ。

Latihan partikel 「は、も、が」

← Bab Sebelumnya (Menyatakan "adalah" dan "bukanlah") | Daftar Isi | Bab Berikutnya (Adjektiva) →

Kembali ke materi




Kosakata bab ini

Kanji
Untuk kemudahanmu, saya telah mendaftar kanji-kanji yang digunakan pada kosakata bab ini. Pranalanya akan membawa kamu ke diagram urutan guratannya. Namun, arah guratannya tidak ditunjukkan dengan jelas (walaupun kamu bisa menebak dari animasinya) jadi ceklah kamus atau sumber lain kalau kamu tidak yakin. Saya menyarankan berlatih kanji dalam konteks penggunaan nyatanya (contohnya pada penggunaannya untuk kosakata bab ini).
  1. - apa
  2. - proyeksi
  3. - gambar
  4. - dia
  5. - perempuan
  6. - sebelumnya
  7. - hari
  8. - sekarang
  9. - terang
  10. - tahu (mengetahui, bukan makanan "tahu")
  11. - cocok
  12. - timah
  13. - kuas
  14. - masuk
  15. - mulut
  16. - keluar
  17. - rencana
  18. - tulis
  19. - bangunan
Kosakata
Inilah daftar kata-kata yang mungkin dipakai di soal-soalnya.
  1. どこ - di mana
  2. いつ - kapan
  3. どうして - kenapa
  4. どう - bagaimana
  5. どれ - yang mana
  6. ミーティング - pertemuan (meeting)
  7. ボールペン - pulpen
  8. 何【なに】 - apa
  9. 誰【だれ】 - siapa
  10. 映画【えいが】 - film
  11. 彼【かれ】 - dia (laki-laki); pacar (laki-laki)
  12. 彼女【かのじょ】 - dia (perempuan); pacar (perempuan)
  13. 雨【あめ】 - hujan
  14. 昨日【きのう】 - kemarin
  15. 今日【きょう】 - hari ini
  16. 明日【あした】 - besok
  17. 知り合い【しりあい】 - kenalan (orang misalnya "kenalan kantor", bukan aksi "berkenalan")
  18. 鉛筆【えんぴつ】 - pensil
  19. 仕事【しごと】 - pekerjaan
  20. 入口【いりぐち】 - pintu masuk
  21. 出口【でぐち】 - pintu keluar
  22. 図書館【としょかん】 - perpustakaan

Latihan partikel dasar dengan 「は」

Pertama, mari membiasakan diri dengan konsep partikel. Kita akan memulai dengan membuat kalimat-kalimat sederhana menggunakannya. Di latihan pertama ini, kita akan menggunakan partikel topik untuk menentukan topik pembicaraan. Ingatlah bahwa partikel topik 「は」 selalu dibaca "wa".
Contoh: 誰? Topik: アリス) = アリスは誰?
1. どこ?(Topik: 学校) (Di mana sekolah?)
2. どうして?(Topik: それ) (Kenapa begitu?)
3.いつ?(Topik: ミーティング) (Kapan meetingnya?)
4.何?(Topik: これ) (Apa ini?)
5.どう?(Topik: 映画) (Bagaimana filmnya?)
6.中学生だ。(Topik: 彼) (Dia adalah murid SMP.)
7.先生だ。(Topik: 彼女) (Dia adalah guru.)
8.雨。(Topik: 今日) (Hari ini hujan.)
9.友達。(Topik: ボブ) (Bob teman.)
10. 知り合い?(Topik: 彼) (Apa dia kenalan?)

Latihan partikel dengan 「は」 dan 「も」

Sekarang kita akan membiasakan diri merasakan perbedaan partikel 「は」 dengan 「も」. Kalimat-kalimatnya sebetulnya cukup payah tapi saya rasa ini satu-satunya cara untuk membuat jelas partikel mana yang harus digunakan. Ingat, tujuannya adalah untuk mendapat naluri kapan harus menggunakan partikel inklusif dan kapan tidak.

Isilah dengan 「は」 atau 「も」

Contoh: これは鉛筆だ。それ鉛筆だ。
1.今日は雨だ。昨日雨だった。
2.ジムは大学生だ。でも、私大学生じゃない。
3.これは水。これそう。
4.これはボールペンだ。でも、それボールペンじゃない。
5.仕事は明日。今日仕事じゃなかった。
6.ここは入口。出口ここだ。

Latihan tanya jawab dengan 「は」, 「も」, 「が」

Di latihan terakhir ini, kita akan berlatih menggunakan ketiga partikel yang telah dipelajari untuk mengetahui kapan harus menggunakannya. Ingatlah bahwa partikel 「が」 hanya digunakan saat kamu ingin mengidentifikasi sesuatu dari banyak kemungkinan yang ada. Walaupun terdapat kasus-kasus di mana 「は」 dan 「が」 sama-sama benar secara tata bahasa, karena artinya berbeda, maka pilihan yang benar tergantung pada apa yang kamu maksudkan.

Isilah dengan partikel yang benar, 「は」、 「も」、 atau 「が」


ジム) アリス誰?
ボブ) 友達だ。彼女アリスだ
 
アリス) これ何?
ボブ) それ鉛筆。
アリス) あれ鉛筆?
ボブ) あれペンだ。
 
アリス) 図書館どこ?
ボブ) ここ図書館だ。
アリス) そこ図書館じゃない?
ボブ) そこじゃない。図書館ここだ。







Indah, adalah adjektiva

← Bab Sebelumnya (Pengenalan pada partikel) | Daftar Isi | Bab Berikutnya (Dasar-dasar verba) →

Lihat soal latihan



Sifat-sifat kata sifat

Karena sekarang kita telah dapat menghubungkan dua nomina menggunakan berbagai partikel, selanjutnya kita ingin menggambarkan nomina kita dengan adjektiva (kata sifat). Ada adjektiva yang bisa langsung memodifikasi nomina yang muncul setelahnya. Ada juga yang memerlukan hiragana pembantu. Berdasarkan hal tersebut, adjektiva dibagi menjadi dua: adjektiva-na dan adjektiva-i. Kita akan melihat perbedaannya dan cara menggunakannya dalam kalimat.

Adjektiva-na

Adjektiva-na sangat mudah dipelajari karena dia pada dasarnya berperilaku seperti nomina. Bahkan, karena mereka begitu mirip, kamu bisa berasumsi bahwa mereka cara kerjanya sama kecuali kalau saya terang-terang menjelaskan perbedaannya. Satu perbedaan utamanya adalah adjektiva-na bisa memodifikasi nomina yang mengikutinya dengan menyelipkan 「な」 di antara adjektiva dan nominanya. Oleh karenanya, dia dinamai adjektiva-na.
(1) 静か。- Orang yang pendiam.
Terbalik dengan bahasa Indonesia, di bahasa Jepang kita menyebutkan sifatnya dulu sebelum bendanya. Lalu, 「な」 di situ bisa kamu anggap seperti "yang" pada bahasa Indonesia: dia befungsi menghubungkan benda dan sifatnya. Hanya saja, kalau di bahasa Indonesia kita seringkali bisa membuang "yang" (misalnya "orang pendiam") tanpa ada perubahan arti, pada bahasa Jepang adjektiva-na selalu membutuhkan 「な」. Kita akan secara bebas mengabaikan "yang" pada terjemahan bahasa Indonesianya.
Selain memodifikasi nomina menggunakan 「な」, kamu juga bisa mengatakan bahwa "suatu nomina" bersifat "suatu adjektiva" dengan menggunakan partikel topik atau identifikasi, mengikuti pola [nomina] [partikel] [adjektiva]. Contohnya adalah 「静か」. Ini pada dasarnya sama dengan menyatakan keadaan benda yang dipelajari di dua bab sebelumnya. Namun, karena tidak mungkin "suatu adjektiva" menjadi "suatu nomina", maka kita tidak bisa mengatakan [adjektiva] [partikel] [nomina] (misalnya 「静か」). Ini cukup jelas karena, misalnya, seseorang bisa saja bersifat pendiam, tapi mengatakan bahwa sifat pendiam adalah orang tidaklah masuk akal.
(1) 友達親切。- Teman bersifat baik hati.
(2) 友達親切。- Teman adalah orang yang baik hati.
Apa kamu masih ingat bahwa saya mengatakan adjektiva-na bertingkah seperti nomina? Kamu bisa melihatnya di contoh berikut.
(1) ジャヤは好きだ。- Jaya suka ikan.
(2) ジャヤは好きじゃない。- Jaya tidak suka ikan.
(3) ジャヤは好きだった。- Jaya dulu suka ikan.
(4) ジャヤは好きじゃなかった。- Jaya dulu tidak suka ikan.
Apakah konjugasinya terasa akrab? Seharusnya iya, kalau kamu memperhatikan konjugasi keadaan benda untuk nomina. Mungkin kamu perlu membiasakan diri bahwa "suka" di bahasa Jepang dinyatakan dengan kata sifat bukannya kata kerja. Jadi, cara untuk mengatakan "suka ikan" pada bahasa Jepang adalah 「好き」 (ikan bersifat "suki"). Kalau sesuatu bersifat "suki", artinya kamu suka hal tersebut! Ini juga tentunya dipakai untuk menyatakan suka pada orang, misalnya 「リナが好き」 (senang Rina).
Pada contoh-contoh di atas kamu juga bisa melihat partikel topik dan indentifikasi yang bekerja secara harmonis. Partikel topik memberitahu bahwa kalimatnya berbicara mengenai "Jaya", dan partikel identifikasi menunjuk bahwa "ikan" adalah benda yang Jaya suka.
Kamu juga bisa menggunakan tiga konjugasi terakhir untuk memodifikasi nomina secara langsung. (untuk bentuk positif taklampau, ingat bahwa kita perlu 「な」)
(1) 好きなタイプ。- Tipe yang suka ikan.
(2) 好きじゃないタイプ。- Tipe yang tidak suka ikan.
(3) 好きだったタイプ。- Tipe yang dulu suka ikan.
(4) 好きじゃなかったタイプ。- Tipe yang dulu tidak suka ikan.
Di sini, seluruh klausa 「好き」、「好きじゃない」、dll. memodifikasi "tipe" untuk berbicara tentang tipe (orang) yang suka atau tidak suka ikan.
Kamu bahkan bisa memperlakukan seluruh klausa tersebut sebagai sebuah nomina. Contohnya, kita bisa membuat klausa tersebut menjadi topik seperti contoh berikut:
(1) 好きじゃないタイプは、好きだ。
- Tipe (orang) yang tidak suka ikan, suka daging (sapi dsb.)

Adjektiva-i

Adjektiva-i dinamakan begitu karena selalu diakhiri hiragana 「い」. Ini adalah okurigana yaitu bagian yang akan berubah-ubah saat kita mengkonjugasi adjektivanya. Tapi, kamu juga perlu tahu bahwa beberapa adjektiva-na diakhiri 「い」 misalnya 「きれい(な)」. Jadi, bagaimana cara membedakannya? Berita buruknya, tidak ada cara pasti untuk mengetahuinya. Namun berita baiknya adalah saya hanya bisa memikirkan dua adjektiva-na yang diakhiri 「い」 dan umumnya ditulis dengan hiragana: 「きれい」 dan 「嫌い」. Adjektiva-na lain yang diakhiri 「い」 biasanya ditulis dengan kanji jadi kamu bisa melihat bahwa dia bukan adjektiva-i. Contohnya, 「きれい」 jika ditulis dengan kanji adalah 「綺麗」 atau 「奇麗」, dan karena 「い」-nya merupakan bagian dari kanji 「麗」, maka kita bisa tahu bahwa dia tidak mungkin merupakan adjektiva-i. Ini karena inti utama 「い」 pada adjektiva-i adalah memungkinkan dilakukannya konjugasi tanpa mempengaruhi kanjinya. Bahkan, satu-satunya adjektiva-na yang terpikirkan oleh saya yang benar-benar diakhiri hiragana 「い」 hanyalah 「嫌い」. Ini karena 「嫌い」 diturunkan dari kata kerja 「嫌う」.
Apakah kamu ingat bahwa keadaan benda negatif juga diakhiri 「い」 (じゃな)? Nah, kamu bisa memperlakukan adjektiva-i sebagaimana keadaan benda negatif. Misalnya, kamu tidak bisa menempelkan deklaratif 「だ」 ke adjektiva-i sebab kita tahu bahwa keadaan benda negatif juga tidak disertai 「だ」. (Bandingkan dengan adjektiva-na dan nomina yang bisa ditempeli 「だ」)
JANGAN menempelkan 「だ」 ke adjektiva-i.
Setelah masalah tadi jelas, kita bisa belajar aturan konjugasi untuk adjektiva-i. Ada dua aturan baru untuk hal tersebut. Untuk bentuk negatifnya, pertama kita buang 「い」 lalu tempelkan 「くない」. Untuk bentuk lampaunya, buang 「い」 lalu tambahkan 「かった」. Karena 「くない」 juga diakhiri 「い」, kamu bisa menganggap bentuk negatifnya sebagai suatu adjektiva-i baru. Jadi aturan konjugasi lampau negatif sama dengan aturan konjugasi lampau positif.
Aturan konjugasi untuk adjektiva-i
  • Negatif: Pertama buang akhiran 「い」 dari adjektiva-i lalu tambahkan 「くない」
  • 例) くない
  • Lampau: Pertama buang akhiran 「い」 dari adjektiva-i atau adjektiva-i negatif lalu tambahkan 「かった」
  • 例) かった
  • 例) 高くな高くなかった
Ringkasan konjugasi adjektiva-i

PositifNegatif
Taklampau高い高くない
Lampau高かった高くなかった
Untuk memodifikasi nomina, kamu tinggal menempelkan adjektiva-i langsung.
(1) 高いビル。- Bangunan yang tinggi.
(2) 高くないビル。- Bangunan yang tidak tinggi.
(3) 高かったビル。- Bangunan yang dulunya tinggi.
(4) 高くなかったビル。- Bangunan yang dulunya tidak tinggi.
Kamu juga bisa menggabung banyak adjektiva berturut-turut dalam urutan dan bentuk apapun.
(1) 静か高いビル。- Bangunan yang hening dan tinggi.
(2) 高い静かビル。- Bangunan yang tinggi dan hening.
(3) 静か高くないビル。- Bangunan yang hening dan tidak tinggi.
Dengan adjektiva-i, kita juga bisa membuat klausa nomina deskriptif seperti yang tadi kita lakukan dengan adjektiva-na. Tentunya bedanya adalah kita tidak memerlukan 「な」 untuk memodifikasi nominanya. Pada contoh berikut, klausa deskriptif 「値段高い」 langsung memodifikasi 「レストラン」.
(1) 値段高いレストランあまり好きじゃない
- Tidak terlalu suka restoran yang harganya mahal.

Perkecualian yang merepotkan

Ada satu adjektiva-i yaitu "baik" yang perilakunya berbeda dengan adjektiva-i lainnya. Ini adalah contoh klasik mengenai susahnya bahasa Jepang bagi pemula karena kata-kata yang paling umum dan berguna adalah kata-kata yang punya banyak perkecualian. Kata untuk "baik" pada awalnya adalah 「よい(良い)」. Namun seiring berlalunya waktu, kata itu kini menjadi 「いい」. Saat ditulis dengan kanji, cara membacanya umumnya adalah 「よい」, jadi 「いい」 hampir selalu ditulis dengan hiragana. Sampai tadi seharusnya tidak ada masalah. Nah sayangnya, semua konjugasinya masih diturunkan dari 「よい」 dan bukan 「いい」. Ini ditunjukkan pada tabel di bawah.
Adjektiva lain yang seperti ini adalah 「かっこいい」 karena merupakan versi singkat gabungan dua kata yaitu 「格好」 dan 「いい」. Karena menggunakan 「いい」, maka konjugasinya juga sama.

Konjugasi untuk 「いい

PositifNegatif
Taklampauいいよくない
Lampauよかったよくなかった
      
Konjugasi untuk 「かっこいい

PositifNegatif
Taklampauかっこいいかっこよくない
Lampauかっこよかったかっこよくなかった
Selalu ingat untuk menurunkan konjugasinya dari 「よい」 dan bukan 「いい」.

Contoh

(1) 値段あんまりよくない
- Harganya tidak terlalu bagus.
(2) かっこよかった
- Dia (kemarin) benar-benar keren!








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar